Google Ancam Pergi dari Australia, Microsoft Siap Ambil Alih

0
Perdana Menteri Australia Scott Morrison saat mengadakan video call dengan Bos Google Sundar Pichai. (Foto: Google Images)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengadakan video call dengan Bos Google Sundar Pichai pada Kamis pagi (4/2/2021). Pembicaraan ini terkait usulan aturan yang akan disahkan pemerintah Australia tentang royalti yang harus dibayarkan oleh Google.

Google mengancam akan menarik diri dari Australia jika aturan tersebut nantinya tetap akan disahkan. Melihat peluang ini, Microsoft mencoba menawarkan Bing-nya dan menyatakan siap menggantikan Google.

Pemerintah Australia berencana membuat aturan yang mengharuskan Google membayar royalti pada perusahaan media atas konten berita yang ditampilkan, baik dalam umpan berita ataupun hasil pencarian. Sebagai perusahaan mesin pencari nomor satu, Google merasa keberatan dengan usulan aturan tersebut dan menyebutnya sebagai “keuntungan yang tidak adil”.

Perdana Menteri Australia mengadakan pembicaraan via video call tersebut segera setelah Direktur Pelaksana Google Australia dan Selandia Baru, Mel Silva, mengatakan Google siap keluar dari Australia.

“Saya pikir itu adalah pertemuan yang konstruktif,” kata Morrison kepada wartawan Kamis (4/2), seperti dilansir CNBC.

Perdana Menteri Australia enggan merespon ancaman yang dibuat oleh Google. Dia menegaskan semua pihak harus patuh atas aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Australia.

“Kami hanya ingin aturan di dunia digital sama dengan di dunia nyata, di dunia fisik”, Kata Morrison.

“Saya telah mengirimi mereka sinyal terbaik yang seharusnya memberi mereka dorongan yang besar untuk terlibat dalam prosesnya dan dapat bersepakat dengan apa yang kami ingin mereka bersepakat dengan berbagai media berita di Australia,” tambahnya lagi.

Di tengah pertikaian ini, Microsoft justru menyatakan mendukung dan siap menerima usulan aturan baru tersebut. Seperti dilansir CNN (4/2), CEO Microsoft Satya Nadella diberitakan telah berdiskusi dengan Morrison mengenai usulan aturan baru tersebut. Morrison mengatakan bahwa Microsoft siap mengembangkan Bing, mesin pencari nomor dua setelah Google, di Australia.

“Saya bisa katakan, Microsoft cukup percaya diri ketika saya berbicara dengan Satya Nadella,” kata Morrison.

Seorang juru bicara Microsoft mengkonfirmasi pertemuan pihaknya dengan pemerintah Australia. Namun dia menolak berkomentar karena Microsoft tidak terlibat langsung dalam undang-undang tersebut.

“Kami menyadari pentingnya sektor media dan jurnalisme yang berkepentingan publik dalam demokrasi. Kami menyadari tantangan yang dihadapi sektor media selama bertahun-tahun melalui perubahan model bisnis dan preferensi konsumen,” kata juru bicara Microsoft.

Kendati demikian, hal ini akan menjadi peluang sekaligus tantangan Microsoft di Australia. Mesin pencari milik Microsoft, Bing, memiliki pangsa pasar hanya 3,6% di Australia sementara Google memiliki pangsa pasar hingga 94,5%. Sampai saat ini, belum ada kesepakatan resmi antara Pihak Google dan Pemerintah Australia tentang penetapan aturan baru tersebut. (mus)

Tinggalkan Balasan