Capai Angka 7 M, Koin NU Jadi Kunci Kemandirian PCNU Wonosobo

0
Koin NU yang kini berhasil mengumpulkan dana hingga sebesar 7 Milyar. (Foto: Dok. 5News.co.id)

Wonosobo, 5NEWS.CO.ID,- Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Peribahasa ini yang dijalankan PCNU Wonosobo. Berbekal receh Rp. 500,- perak yang dikumpulkan warga NU di program Koin NU, PCNU Wonosobo mampu mengumpulkan hingga 7 Milyar hingga awal 2021 ini. 

“7 Milyar itu akumulasi dari 2018 hingga Januari 2021 ini,” terang H. Ramadhan, Ketua Lazisnu Wonosobo, Sabtu 16 Januari 2021.

Ramadhan menuturkan, dari 14 Kecamatan di Wonosobo, Ranting Unit Pengumpulan Zakat Infak dan Shadaqah (UPZIS) NU Wonosobo menyebar kotak Koin NU di 280 titik. Setiap titik ada 10 petugas, jadi ada 2800 petugas Koin NU di Wonosobo.

“Dan kita back up dengan 14 UPZIS Kecamatan,” tambah Ramadhan.

Wonosobo adalah salah satu basis warga Nahdhatul Ulama di Jawa Tengah. Dengan jumlah warga NU 80% dari seluruh warga kabupaten Wonosobo, potensi sumber daya warga NU memang sangat besar. Ini yang diberdayakan.

Ketua PCNU Wonosobo, Dr. Arifin Shidiq mengatakan program Koin NU ini memang bertujuan untuk memberdayakan organisasi. “Jangka pendeknya untuk pembiayaan kegiatan organisasi NU. Jangka panjangnya untuk melayani kebutuhan warga NU,” jelas Arifin.

Koin NU, kata Arifin sangat efektif mendukung kerja organisasi. “Terbukti setelah program Koin NU berjalan, semua aspek keorganisasian NU jalan semua.”

“Beda jauh dengan waktu dulu sebelum ada Koin NU,” tambah Ramadhan. “Dulu banyak yang yang tidak jalan.”

Pengurus LazisNu Kalianget, Agus Supriyadi mengatakan tak hanya menggerakkan organisasi, Koin NU lebih jauh membuat mengangkat marwah MWCNU Wonosobo dan membangun kemandirian organisasi.

Agus Supriyadi, Pengurus LazisNu Wonosobo. (Foto: Dok. 5News.co.id)

“Banyak yang bilang NU itu dekat dengan kekuasaan, tapi yang didapat NU apa? Kalau pun ada itu ke elit saja” ujar Agus. “Tapi dengan Koin NU, cuma dengan receh Rp. 500,- perak, kita bisa bangun gedung, bangun sekolah, pesantren, macem-macem.”

“Kalau kita mau bekerja bersama-sama, walau kecil, kita pasti bisa kok. Tak harus menengadah tangan ke pihak lain,” tandas Agus. (Muh)

Komentar