Ketua ICMI Wonosobo: Masifkan Dakwah Islam Wasatiyah Via Media Digital

0
Ketua Umum ICMI Orda Kabupaten Wonosobo Drs. Samsul Munir Amin, M.A. (Foto Dok. 5NEWS.CO.ID)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Meskipun Wonosobo masih cukup kondusif dari pengaruh pemahaman-pemahaman radikal, namun bukan berarti pemahaman-pemahaman radikal tersebut sama sekali tidak menyentuh sebagian masyarakat Wonosobo. Sehingga mengantisipasi dan menetralisirnya adalah suatu hal yang sangat perlu dilakukan.

Demikian penjelasan Drs. Samsul Munir Amin, M.A., Ketua Umum ICMI Orda Kabupaten Wonosobo sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ) Wonosobo dalam sebuah dialog terbatas tentang radikalisme di Wonosobo. Menurutnya, generasi-generasi muda Wonosobo harus mendapatkan prioritas perhatian dalam masalah ini.

“Seperti para mahasiswa dan anak-anak remaja usia Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) utamanya perlu diperhatikan dan dikontrol, sebab pada usia-usia inilah mereka berada pada masa petualangan pemikiran. Biasanya pada era tersebut mereka banyak dikuasai kehausan akan sesuatu termasuk dalam pemahaman-pemahaman agama,” kata Munir, Jumat (15/1/2021).

“Sedangkan kita paham, bahwa saat ini kita sedang berada pada era pandemi dimana kelompok generasi muda pada usia-usia tadi akan lebih dekat dengan gadget mereka disebabkan tuntutan proses belajar yang bergeser ke metode daring. Sementara kita mengetahui konten-konten belajar agama di internet masih didominasi oleh pemahaman-pemahaman Islam yang berbau radikal,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Munir menekankan bahwa disebabkan situasi-situasi tersebut maka sangat mendesak dan sangat diperlukan untuk lebih mengontrol generasi muda melalui situasi dan kondisi yang mendominasi kehidupan mereka.

“Dan hal itu tidak lain adalah agar lebih memasifkan dakwah Islam wasatiyah melalui media apapun, dan utamanya di sini adalah melalui media digital. Konten-konten Islam wasatiyah harus lebih mendominasi dalam mesin pencari google atau apapun. Sehingga tatkala siapapun yang akan mencari tentang Islam akan bertemu dengan tulisan-tulisan yang berisikan pemahaman Islam wasatiyah yang tentu saja sangat jauh dari pemahaman yang intoleran,” tuturnya menjelaskan.

Ditanya lebih jauh tentang langkah apa yang akan dilakukan untuk memasifkan dakwah Islam wasatiyah tersebut, dia mengatakan bahwa akan dilakukan pemberdayaan tokoh-tokoh di Wonosobo, utamanya dari kalangan akademisi agar pemikiran-pemikiran mereka bisa dituangkan dalam bentuk tulisan dan kemudian akan dipublikasikan dalam sebuah media digital.

“Insya Allah dalam waktu dekat ICMI Orda Kabupaten Wonosobo akan memiliki sebuah media digital yang mana media ini akan menjadi salah satu media untuk dakwah Islam Wasatiyah,” pungkasnya (mn)

Tinggalkan Balasan