Hujan Deras, Makam Ki Ageng Wonosobo Longsor

0
Kondisi kompleks makam Ki Ageng Wonosobo yang longsor pasca diguyur hujan deras. (Foto: istimewa)

Wonosobo, 5NEWS.CO.ID,- Hujan deras yang mengguyur Wonosobo membuat banyak daerah terkena longsor. Termasuk kompleks Makam Ki Ageng Wonosobo, Plobangan, Kecamatan Selomerto pun tak aman dari longsor.

Longsoran tanah dari tebing 20-an meter itu menutupi separuh jalan Desa Plobangan dan menyumbat aliran sungai irigasi sehingga airnya luber ke jalanan. Ini membuat jalan terputus sementara, hanya bisa dilewati motor.

Sabar, warga Desa Plobangan yang rumahnya berdekatan dengan makam menyebut longsor terjadi pada waktu malam hari.

“Longsornya karena pohon mahoni yang ditebang beberapa bulan lalu akarnya sudah membusuk, jadi jatuh karena tidak bisa lagi mengikat tanah,” paparnya, Selasa (12/1/2021).

Sabar mengatakan, sebelumnya tidak pernah ada longsor sebesar ini karena di tebing dulu banyak pohon besar seperti mahoni, nangka dan Albasia.

Kepala Desa Plobangan, Ruswanto yang sejak pagi hadir memantau di lokasi juga mengatakan akibat pohon di lereng kompleks pemakaman Ki Ageng Wonosobo ditebang, tebing jadi rawan longsor.

“Masalahnya lereng itu milik pribadi salah satu warga,” kata Ruswanto. “Kita tak bisa melarangnya untuk menebang pohon miliknya sendiri.”

Untuk mencegah terjadi longsor kembali Ruswanto mengatakan pihak desa sudah menyiapkan anggaran desa untuk menambah dinding semen penahan tanah di bawah kompleks makam Ki Ageng Wonosobo.

“Kita sudah anggarkan. Tapi kemungkinan cair sekitar bulan April baru kita renovasi,” ujar Ruswanto.

Warga desa Plobangan yang mengetahui longsor pun segera datang dan bergotong-royong membersihkan jalanan dari tanah longsor. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa saat longsor terjadi.

Ki Ageng Wonosobo (Wanasaba), atau juga sering disebut dengan Raden Joko Dukuh, merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo.

Raden Joko Dukuh merupakan putra dari Raden Bondan Kejawen, Putra Prabu Brawijaya V, Raja ke 10 Kerajaan Majapahit yang memerintah mulai Tahun 1468 sampai 1478 M dan Dewi Nawangsih.

Ketika beranjak dewasa, Raden Joko Dukuh (Ki Ageng Wonosobo) diperintahkan untuk berguru kepada Sunan Gunungjati di Cirebon. Setelah berguru, Joko Dukuh kemudian diminta untuk membuka lahan di sebuah tempat, yang akhirnya dinamakan Wanusaba dan dijuluki dengan Ki Ageng Wonosobo. (Muhammad/mn)

Komentar