Proyek Trotoar Belum Selesai, DPUPR Pati Ingatkan Sanksi Denda

0
Pengerjaan Trotoar di Jalan Wahid Hasyim Kota Pati
Pekerja sedang memasang penutup beton U-ditch di Jalan Wahid Hasyim Kota Pati, Jawa Tengah, Rabu (30/12/2020). Foto Dok. 5NEWS.CO.ID

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Proyek drainase dan perbaikan trotoar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati belum selesai meskipun deadline pengerjaan tinggal sehari. Material dan peralatan proyek masih menumpuk di sejumlah titik jalan di Kota Pati. Para pekerja juga masih meneruskan pengerjaan saluran drainase dan trotoar tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati menyatakan bahwa deadline pengerjaan proyek tersebut jatuh pada tanggal 31 Desember 2020. Pihak DPUPR menyebut sanksi denda akan dikenakan kepada rekanan jika pengerjaan trotoar tidak selesai tepat waktu.

“Tanggal 31 semua akhir SPK-nya. Tapi ada yang dikenakan denda nantinya karena keterlambatan pekerjaan,” ungkap Kabid Cipta Karya DPUPR Pati, Arief Wahyudi, Rabu (30/12/2020) siang.

Pemkab Pati melakukan perbaikan enam titik saluran drainase dan trotoar yang menelan anggaran sebesar Rp 21 miliar. Trotoar di sebagian ruas Jalan P Sudirman, Jiwonolo, Jalan Pemuda, Jalan Wahid Hasyim, Jalan Tentara Pelajar dan Jalan M.H Thamrin dibongkar dan dipasang beton jenis U-ditch guna mengantisipasi genangan air di musim penghujan.

Dari enam ruas jalan tersebut, pengerjaan di tiga ruas jalan, yaitu Jalan Jiwonolo, Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Wahid Hasyim belum juga terselesaikan. Di Jalan Wahid Hasim, penutupan beton jenis jenis U-ditch sedang dikerjakan. Di dua ruas jalan lainnya, pekerja proyek sedang melakukan pemasangan saringan air berbahan beton.

“Ya, di 3 titik itu yang nantinya akan kena denda,” ujar Arief melalui pesan singkat.

Dari pantauan, pengerjaan trotoar di Jalan Wahid Hasim tampaknya masih jauh dari selesai. Meskipun beton drainase sudah terpasang, bagian atasnya baru diuruk dengan tanah dan lapisan semen. Selain itu, keramik trotoar di sepanjang jalan juga masih belum terpasang seluruhnya.

Seperti dikabarkan, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) mengeluh lantaran tak bisa berjualan selama proyek jalan trotoar dikerjakan. Mereka mengaku kehilangan pemasukan karena tak memiliki tempat lain untuk berjualan. Para pedagang PKL juga menilai pengerjaan proyek tersebut lamban.(hsn)

Tinggalkan Balasan