Cabut Kebijakan Lockdown, Prancis Berlakukan Jam Malam

0
Paris, Prancis di malam hari. (Foto: Google Images)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Cabut kebijakan lockdown pada 14 Desember mendatang, Prancis akan memberlakukan jam malam untuk mengekang penyebaran Covid-19. Jam malam ini termasuk untuk malam tahun baru dan menunda pembukaan tempat-tempat budaya.

Perdana Menteri Jean Castex mengatakan tingkat infeksi tidak turun secepat yang diharapkan pemerintah setelah penguncian diberlakukan pada akhir Oktober.

Namun, kebijakan jam malam ini tidak akan diberlakukan pada 24 Desember saat kebanyakan warga Prancis merayakan natal. Akan tetapi, tetap dengan pembatasan pertemuan yang tidak boleh lebih dari enam orang.

Pemerintah telah mengkondisikan pelonggaran pembatasan jumlah kasus baru turun menjadi sekitar 5.000 per hari.  Tetapi angka itu tetap jauh di atas 10.000 – pada hari Kamis, ada 13.750 infeksi.

“Kami belum berada pada akhir gelombang kedua ini, dan kami tidak akan mencapai tujuan yang kami tetapkan untuk 15 Desember,” kata Castex dalam konferensi pers. 

“Kami tidak bisa lengah. Kami harus tetap fokus, dan menemukan jalan kami melalui beberapa minggu ke depan dengan banyak kewaspadaan.”

Museum, bioskop dan teater serta tempat olahraga, yang diharapkan dibuka kembali pada Selasa, akan tetap ditutup selama tiga minggu tambahan.

Keputusan itu dikritik oleh beberapa orang di dunia budaya, yaitu aktor dan sutradara Phillipe Lellouche mengatakan kepada BFM TV: “Kami lelah tidak diberi pertimbangan lebih lanjut. Sekali lagi budaya ditinggalkan di pinggir jalan.”

Castex juga mengumumkan bahwa:

  • Orang-orang akan diizinkan kembali untuk bepergian ke seluruh negeri
  • Jam malam akan dimulai satu jam lebih awal dari yang direncanakan sebelumnya dan akan dibebaskan untuk Malam Natal
  • Keluarga diperbolehkan merayakan Natal tetapi tidak lebih dari enam orang dewasa bersama-sama
  • Jam malam malam tidak akan dicabut pada 31 Desember seperti yang diumumkan semula karena pada tanggal tersebut “semua bahan untuk pulihnya” virus
  • Bar dan restoran akan tetap tutup setidaknya hingga 20 Januari. Beberapa toko non-esensial telah dibuka kembali pada 28 November.

 Prancis telah mengkonfirmasi lebih dari 2,3 juta kasus dan hampir 57.000 kematian sejak dimulainya pandemi. (mra)

Komentar