Kab. Rembang Diguyur Hujan Deras, Banjir di Sejumlah Titik

0
Hujan deras mengakibatkan sejumlah wilayah di Kab. Rembang terendam banjir setinggi 1 meter. (Foto: Google Images)

Rembang, 5NEWS.CO.ID,- Hujan deras mengguyur Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada Minggu (29/11/20) malam hingga mengakibatkan banjir di beberapa titik. Diketahui, ketinggian air mencapai 1 meter lebih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Rembang, Budi Asmara mengatakan terdapat dua titik banjir yang cukup parah di Kabupaten Rembang, yakni Desa Mondoteko dan Desa Tireman Kecamatan kota Rembang.

Akibatnya, sebanyak 16 Kepala Keluarga dengan total seluruhnya 45 jiwa diungsikan ke daerah yang lebih aman.

“Diungsikan ke rumah-rumah tetangga yang posisinya masih aman. Di Bagel total ada sebanyak 16 KK 45 jiwa yang diungsikan karena rumah yang ditinggali terendam,” ujar Budi pada Minggu (29/11/20).

Di Desa Tireman, Budi menjelaskan ada hampir 200 Kepala Keluarga yang terdampak banjir hingga pada akhirnya terpaksa diungsikan ke fasilitas umum setempat seperti musala maupun masjid yang ada di sekitar.

“Di perumahan Palm View ada sekitar 50 KK penghuni yang semuanya kebanjiran parah. Yang di perkampungan ada sekitar 100 lebih KK yang terdampak. Ini memang masih data mentah, kisarannya. Ini masih evakuasi di lapangan, pakai perahu karet,” jelasnya.

Sementara, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Pramujo menyatakan ketinggian air di kisaran 30 sentimeter hingga 1,5 meter.

“Saat ini kami mengerahkan seluruh relawan kebencanaan untuk melakukan evakuasi ke titik-titik banjir. Paling parah saat ini di Bagel, (desa) Mondoteko. Kami prioritaskan evakuasi warga terlebih dahulu,” terang Pramujo seperti dikutip detikcom, Minggu (29/11/20).

Seorang perangkat Desa Mondoteko, Anto menuturkan, banjir mulai menggenangi desanya pada pukul 16.30 WIB. Dan hingga saat ini air terus meninggi, para warga pun diungsikan ke tempat yang lebih aman.

“Air mulai datang sore tadi. Ini masih hujan deras, airnya belum sampai surut. Warga sebagian diungsikan, ada yang masih menyelamatkan barang berharga,” tutur Anto. (mra)

Tinggalkan Balasan