Air PDAM Macet, Warga Pati Kekurangan Air Bersih, Mau Cuci Tangan Bagaimana?

0
Air PDAM Macet, Warga Pati Kekurangan Air Bersih, Mau Cuci Tangan Bagaimana?
Warga Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, saat antri mengisi air dari truk tangki, Jumat (30/10/2020). Foto Dokumen 5NEWS.CO.ID

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Warga pesisir di wilayah Kabupaten Pati kekurangan air bersih lantaran air PDAM sering macet. Ironisnya, kelangkaan air terjadi di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan warga sering mencuci tangan. Meskipun hujan mulai turun, pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pati masih saja tersendat.

Warga Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Pati, mengeluhkan buruknya pelayanan perusahaan air milik pemda. Sejak dua bulan lalu, kran yang tersambung dengan pipa PDAM di rumah-rumah warga acap kali tak menetes dan memaksa warga membeli untuk mencukupi kebutuhan air. Kondisi ini terjadi saat pemerintah sedang gencar mendisiplinkan warga mematuhi protokol kesehatan.

“Macet kok terus. Tolong airnya dilancarkan Pak. Masa kita harus ngangsu (nimba) air terus sampai capek dan menghabiskan uang banyak,” keluh Masjum warga Rt 03 Rw 02, Desa Pecangaan Pati, Jumat (30/10/2020).

Wanita paruh baya itu mengaku membayar Rp 150-220 ribu kepada PDAM setiap bulannya. Kendatipun demikian, pasokan air di kedua rumahnya tidak pernah lancar. Masjum mengeluh karena harus membeli air sementara tagihan PDAM juga harus dia bayar. Kondisi ini menjadi beban yang menyulitkan baginya terlebih di tengah pandemi semacam ini.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sutiyono juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mempertanyakan kenapa air PDAM di desanya tak pernah lancar. Menurut Sutiyoso, sejak 3 bulan lalu, warga mengandalkan air bersih yang didatangkan melalui truk-truk tangki.

“Selama tiga bulan pemikirannya kok air ‘sodokan’ (truk tangki) tok. Tidak ada pemikiran bagaimana caranya supaya air mengalir normal,” ujar dia.

Air bersih yang didatangkan melalui truk-truk tangki, kata Sutiyoso, harus dibagi rata dengan warga yang lain. Tak jarang, setiap rumah hanya memperoleh jatah sebanyak 2 hingga 3 drum plastik. Kondisi ini memaksa warga untuk berhemat dalam menggunakan air mengingat air tersebut hanya datang setiap minggu sekali.

“Dapatnya juga tidak pasti. Kadang cuma dapat dua setengah, kadang empat blung (drum plastik). Itupun seminggu sekali,” katanya.

Saat dikonfirmasi, petugas PDAM Cabang Pati IV Sulistiyono menjelaskan bahwa jangkauan Desa Pecangaan terlalu jauh hingga pelayanan terganggu saat debit air berkurang. Menurut dia, pembenahan pelayanan PDAM sedang diusulkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) di tahun 2021 mendatang.

“Masih taraf pembenahan RKAP di tahun 2021. Sudah kami usulkan, tinggal nunggu proses,” ungkap Sulistiyono melalui pesan singkat.

Warga berharap masalah air di Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, segera ditanggulangi. Selain hajat hidup orang banyak, ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan warga untuk bertahan menghadapi pandemi Covid-19.(hsn)

Tinggalkan Balasan