NU Puji Kerja Polisi terkait Penangkapan Gus Nur

0
NU Puji Kerja Polisi terkait Penangkapan Gus Nur
Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur bermubahalah terkait Pemilu tahun 2019. Foto tangkapan layar

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Warga Nahdlatul Ulama (NU) mengapresiasi gerak cepat polisi terkait penangkapan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur. Warga NU dari berbagai kalangan menyampaikan pujian dan terima kasih kepada lembaga kepolisian atas kinerjanya.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi kesigapan Polri dalam menanggapi laporan terkait dugaan kasus ujaran kebencian yang dilakukan Sugi Nur Rahardja. PBNU menilai polisi telah bekerja secara profesional.

“Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada aparat kepolisian yang bertindak cepat dan sigap dalam penangkapan Sugi Nur Raharja. Ini menunjukkan bahwa Polri bekerja secara profesional,” kata Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini, seperti dikutip NU Online, Sabtu (24/10/2020). 

Helmy mengatakan sejak lama Sugi Nur membuat resah keluarga besar NU melalui narasi-narasi kebencian dan tendensius. Ia menyebut Gus Nur pernah dilaporkan terkait dugaan penghinaan pada tahun 2019 lalu.

“Pada tahun 2019, keluarga besar NU telah melaporkan Sugi Nur atas penghinaan kepada NU, di tahun 2020 ia kembali mengulanginya,” kata Helmy.
   
Sekjen PBNU itu menyampaikan, seharusnya seorang penceramah seharusnya berlaku santun dalam menyampaikan pesan-pesannya. Sementara Sugik Nur, kata dia, menyampaikan caci-maki, fitnah dan menebar kebencian.

PBNU menyatakan menghormati proses hukum dan mempercayakan sepenuhnya kasus Sugi Nur kepada aparat penegak hukum. Helmy juga meminta warga NU tidak terprovokasi dan melakukan tindakan di luar koridor hukum.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengaku salut dengan kerja cepat polisi. Pria yang akrab dengan sapaan Gus Yaqut itu juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Polri.

“Kami mengapresiasi gercep (gerak cepat) Polri. Luar biasa kinerjanya,” kata Ketum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas kepada wartawan, Sabtu (24/10).

Senada, Ayub Junaedi atas nama Aliansi Santri Jember juga mengapresiasi langkah Polri dalam menangani laporan masyarakat. Ayub berterima kasih atas langkah taktis dan cepat yang dilakukan pihak polisi.  

“Saya mengapresiasi langkah polri yang sigap dan cepat menangani masalah ini. Terima kasih polisi,” kata Ayub.

Seperti diberitakan, Badan Reserse Kriminal Polri atau Bareskrim Polri menangkap Sugi Nur Rahardja alias Nur Sugik alias Gus Nur di Malang, Sabtu (24/10/2020) dini hari. Penceramah itu ditangkap atas tuduhan menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan melalui kanal Youtube MUNJIAT pada tanggal 16 Oktober 2020.  

Dirtipidsiber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi menambahkan Nur Sugik ditangkap di sebuah rumah di Pakis, Malang, Jawa Timur, dini hari tadi.  

“Waktu penangkapan Sabtu 24 Oktober 2020 Pukul 00.00 WIB,” kata Slamet.      

Sugi Nur Rahardja ditangkap atas dugaan tindak pidana menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA dan penghinaan.(hsn)

Tinggalkan Balasan