Pendekar Dibacok Gerombolan Bercadar, Ketua PSHT Solo Sebut Tindakan Pelaku Tidak Islami

0
Pendekar di Bacok Gerombolan Bercadar, Ketua PSHT Solo Sebut Tindakan Pelaku Tidak Islami
Gambar tangkapan layar dari rekaman CCTV di lokas kejadian sesaat sebelum pelaku membakar sepeda motor pendekar PSHT, Selasa (15/9/2020) dini hari.

Solo, 5NEWS.CO.ID,- Sejumlah pendekar perguran silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dibacok gerombolan pria bercadar di Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta. Akibatnya, empat anggota perguruan silat itu menderita luka-luka sabetan benda tajam. Tak hanya itu, pelaku juga membakar sebuah sepeda motor.

Sekelompok orang bercelana cingkrang mengeroyok sejumlah pendekar PSHT di dua lokasi pada saat yang hampir bersamaan. Sambil bertakbir, para pelaku menebaskan senjata tajam ke arah korban. Pelaku juga merusak dan membakar sepeda motor dengan nomor polisi AD 5372 VU yang dinaiki korban.

Ketua PSHT Cabang Solo Raya Rasiyanto mengatakan para pelaku mengenakan tutup wajah dan memakai helm. Selain itu, para pelaku juga menutup plat nomor kendaraan mereka dengan lakban. Saat ditanya dari kelompok mana, Rasiyanto mengaku tidak dapat menentukan dari kelompok mana para pelaku berasal.

Dia menyebut bahwa para pelaku berteriak “Bunuh, habiskan, hancurkan PSHT” saat menyerang. Berdasarkan informasi yang dia terima, pelaku juga bertakbir “Allahu Akbar” saat menyabet korban dengan pedang.

“Dia pakai celana cingkrang, memakai helm, mukanya ditutup, kemudian dia (pelaku) mengatakan ‘Allahu Akbar’ saat membacok,” ungkap Ketua PSHT Solo Raya saat dihubungi 5NEWS.CO.ID, Rabu (16/9/2020) siang.

Rasiyanto mengatakan bahwa kejadian penyerangan ini merupakan kejadian kesekian kalinya. Kelompok tersebut, kata dia, berulang kali melakukan aksi kekerasan dan anarkisme. Bukan hanya warga PSHT, aksi serupa juga dilakukan kelompok tersebut kepada masyarakat yang lain secara umum.

“Bukan hanya kepada PSHT. Orang minum-minuman keras tidak diperingati malah langsung ditebas,” ujarnya.

Selain ajaran PSHT, Rasiyanto mengaku telah mengikuti banyak pengajian dan mempelajari agama Islam.Menurut dia, tindakan pelaku telah menyimpang dari ajaran Islam.

“Saya kira itu bukan tindakan Islami. Karena Rasulullah Saw selalu tersenyum saat diganggu dan berdakwah dengan penuh kasih sayang,” kata senior PSHT Surakarta itu.

Ia menerangkan bahwa pendiri PSHT adalah santri dari pondok Tebu Ireng Jombang. Oleh karenanya, ajaran Setia Hati bersumber dari Al Quran dan hadis. Ajaran PSHT bertujuan membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah serta bertakwa kepada Allah Swt.

Sebelumnya, empat pendekar PSHT dikeroyok sejumlah pria bercadar di dua lokasi terpisah pada hari Selasa (15/9/2020) dini hari. Dua korban mengalami penganiayaan di Jl. Slamet Riyadi Dk.Windan Ds.Makamhaji Kec.Kartasura Kab.Sukoharjo sekira pukul 02.30 WIB. Dua warga PSHT lainnya dikeroyok di Jl. Sumpah pemuda No. 144 Genengan, Desa Mojosongo, Jebres sekitar pukul 02.15 WIB. Akibatnya, keempat korban menderita luka-luka akibat tebasan senjata tajam dan harus menjalani pengobatan rawat inap di rumah sakit.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan ataupun penjelasan resmi dari pihak aparat.(hsn)

Tinggalkan Balasan