Pasca Krisis Ekonomi, Ibu Kota Lebanon Dihantam Ledakan Besar

0
Ledakan besar yang terjadi di Beirut (Foto:AFP/STR)

Beirut, 5news.co.id,- terjadi sebuah ledakan yang menghantam ibu kota lebanon pada(4/8/2020), dari potongan video amatir yang beredar begitu cepat di sosial media laporan ledakan yang telah terjadi di dekat pelabuhan yang mana terdapat banyak gudang di sana.

Dilansir dari BBC, otoritas setempat sangat khawatir akan ada banyak korban dari ledakan tersebut. Ledakan itu sendiri terjadi jelang sidang vonis PBB terkait pembunuhan mantan PM Lebanon, Rafik Hariri pada tahun 2005 yang lalu.

Sedangkan dari stasiun berita Al Jazeera yang melaporkan bahwasannya setelah terjadinya ledakan tersebut ada ratusan orang yang terluka, dengan cepat tim medis berdatangan ke tempat lokasi sesaat setelah terjadinya insiden tersebut.

Menteri kesehatan lebanon, Hamad Hadan mengatakan bahwa terdapat ratusan orang yang terluka akibat ledakan hebat itu. Hingga kini belum ada yang tahu penyebab ledakan ini.

Ledakan yang sangat begitu besar dapat menghancurkan gedung-gedung yang jaraknya cukup jauh dari pusat ledakan tersebut

 “saya merasa itu seperti gempa” ujar Rania Masri.

Ia mengatakan apartemennya berguncang dan tiba tiba terdengar suara ledakan yang sangat besar. Ia menuturkan banyak sekali bangunan-bangunan yang hancur.

Kepala Keamanan Abbas Ibrahim menyatakan hal tersebut terjadi karena ada dua ledakan besar yang terjadi bersamaan. Ledakan bersumber dari bahan peledak yang disita bertahun-tahun lalu dan disimpan di pelabuhan kota.

“Tampaknya ada gudang yang berisi material yang disita bertahun-tahun lalu, dan tampaknya itu adalah material yang sangat mudah meledak,” kata pejabat keamanan senior itu.

Sebelumnya, pada Kamis (30/07/20), ibu kota Beirut dilaporkan sempat gelap gulita selama satu jam pada Rabu kemarin akibat para pemilik generator yang menyewakan listrik mereka kepada penduduk serentak menghentikan operasional.

Hal ini diakibatkan oleh tingginya solar bahan bakar mesin diesel akibat krisis ekonomi yang melanda negara tersebut. (AM)

Komentar