Ribuan Anggota Terpapar, Dua Institusi Militer di Jawa Barat Jadi Klaster Penularan Virus Corona

0
Pusdikpom Cimahi Jawa Barat yang menjadi kalster penyebaran virus corona (Foto: Whisnu P.)

Bandung, 5NEWS.CO.ID,- Dua institusi pendidikan militer di Provinsi Jawa Barat menjadi klaster penularan Covid-19. Seribu lebih Anggota TNI dari dua instansi militer yakni Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Kota Bandung dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Kota Cimahi terpapar COVID-19.

Hanya selang satu hari, dua institusi pendidikan militer, Sekolah Calon Perwira (Secapa) di Kota Bandung dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Kodiklat TNI AD di Cimahi, menjadi klaster penularan Covid 19 di Jawa Barat.

Di Secapa ada 1.262 kasus di Secapa AD, 17 orang diisolasi di rumah sakit. Sedangkan sisanya, 1.245 kasus merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Sedangkan untuk di Pusdikpom, ada 99 kasus meruapakan OTG, yang terdiri dari siswa 74 personel dan organik 25 personel.

Penularan corona di institusi pendidikan kedinasan hingga menjadi klaster menimbulkan pertanyaan, bagaimana penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah berasrama.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Berli Hamdani menyebutkan, protokol kesehatan sebetulnya sudah diterapkan, baik di Secapa AD maupun Pusdikpom Kodiklat TNI AD.

Namun Berli menyadari, bisa saja ada yang tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Apalagi, belum diterapkan sanksi bagi pelanggar.

“Jawa Barat provinsi yang belum menerapkan sanksi kepada masyarakat atau institusi yang ditemukan melanggar protokol kesehatan,” ucapnya Jumat (10/07/20)

Jawa Barat saat ini ditempati puluhan institusi pendidikan vertikal atau dikelola pusat dengan siswa yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ridwan Kamil menyatakan akan ada tes massal bagi institusi-institusi pendidikan ini.

“Saya sudah lapor ke Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto) dan Pak Doni Monardo (Ketua Gugus Tugas Covid 19 Pusat) dan sudah disepakati juga bahwa puluhan sekolah vertikal itu akan dites massal untuk memastikan bahwa hal-hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Emil. (mra)

Tinggalkan Balasan