PDIP Proses Hukum dan Sayangkan Pembakaran Bendera Banteng di Demo RUU HIP

2
Massa yang kebanyakan beratribut kopyah putih tengah melakukan pembakaran terhadap bendera dengan simbol partai PDIP (foto: istimewa)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- PDIP tegaskan bakal proses hukum pelaku pembakaran bendera partai saat aksi demo penolakan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

“Mereka yang telah membakar bendera partai, PDI-Perjuangan dengan tegas menempuh jalan hukum,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam siaran persnya, Rabu (24/06/20).

Bahkan, ia menegasakan bahwa PDIP tlah melakukan pengambilan jalur Hukum pada masa lalu dan tidak segan mengulanginya kembali di masa kini.

“Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI pada tahun 1996, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi” ujar dia sambil mengingat peristiwa penyerangan kantor PDI di masa orde baru.

Ia juga sangat menyesalkan aksi provokasi yang dilakukan di masa pandemi ini, dimana seluruh kekuatan partai saat ini sedang fokus untuk melawan Covid-19.

“PDI Perjuangan ini Partai Militan, kami punya kekuatan grass-roots, dan kekuatan ini kami dedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara. Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera Partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi,” katanya dalam rilis pers tersebut.

Sekaitan dengan proses pembahasan RUU HIP, pihaknya menegaskan sikap bahwa partai tetap akan mendengarkan aspirasi dan terus mengedepankan dialog.

“Rancangan Undang-undang selalu terbuka terhadap koreksi dan perubahan, agar seirama dengan suasana kebatinan rakyat. Jadi sebaiknya semua menahan diri dan menghindarkan dari berbagai bentuk provokasi,” tambah Hasto.

Diketahui, dalam demo penolakan terhadap RUU HIP, di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/6), massa, yang kebanyakan berpakaian putih-putih atau berpeci putih, melakukan pembakaran bendera berlogo palu arit dan bendera PDIP bersamaan.

“Bakar, bakar PKI, bakar PKI sekarang juga,” massa menyanyikannya secara serempak saat itu. Api pun disulut.

Sejumlah pihak menduga PDIP merupakan pengusul RUU HIP. Berdasarkan risalah rapat di DPR, persetujuan penuh terhadap RUU itu diberikan oleh tujuh fraksi, termasuk partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu.

Sekaitan dengan aksi ini, Pihaknya pun meminta para kader parpol yang kerap diserang hoaks PKI ini tak terpancing oleh aksi pembakaran tersebut sambil mengedepankan proses hukum. (mra)

2 KOMENTAR

  1. Sejak kapan PDIP akan menerima Aspirasi RAKYAT dan sejak kapan PDIP MEMIKIRKAN BASIB RAKYAT……?
    Dan sepertinya PDIP tidak pernah memikirkan Nasib RAKYAT , kan tetapi sepertinya PDIP hanya memikirkan Nasib OLIGARKI , KELOMPOK dan Untuk bisa berKuasa se-UMUR Hidup.
    Ada RAKYAT yg di pikirkan oleh PDIP , Yaitu : kelompok BUZZERP dan Kelompok KAPITALIS yg menguntungkan Kelompok Pendukung POLITIK PDIP dan Kelompok OLIGARKI.
    Sepertinya Bangsa INDONESIA yg sadar dan Cerdas mungkin tahu ; PENGUASAAN Politik Indonesia oleh PDIP membuat RAKYAT INDONESIA bodoh yg di perbodohkan oleh kelompok PENGUASA POLITIK dan penguasa REZIM dg PEMBOHONGAN-OEMBOHONGAN (HOAXS).
    EKONOMI Indonesia BANGKRUT.
    HARTA NEGARA habis TERJUAL demi
    kepentingan Politik PDIP.
    Utang bertambah.
    Penyuludupan merajalela yg mungkin di kerjakan oleh para oknum PDIP.
    ISLAM tertindas selama PDIP.
    Pesantren mau di tutup.
    Lowongan kerja di Ciptakan untuk TKA CHINA Komunis Tiongkok.
    Barang di Impor.
    Sayur segalanya di IMPOR.
    Minyak mahal Barang mahal.
    Listrik mahal.
    BPJS naik.
    Dll.
    Jadi sejak kapan PDIP akan memikirkan RAKYAT wahai HASTO.
    NAH :
    JIKA KALIAN Bangsa INDONESIA ingatlah kepada bangsamu.
    Dan jangan kalian PERBODOHKAN dan kalian BOHONGI (HOAXS) oleh Kalian.

  2. Yang Hoaxs itu kalian, para ormas ormas parasit NKRI. Apa yang telah kalian perbuat untuk NKRI ? kalian hanya berkoar koar di jalanan, memprovokasi rakyat, mengganggu ketertipan umum.
    Kami segenap kader PDI Perjuangan mendukung penuh keputusan DPP Partai memproses secara hukum kelompok pembakar bendera Partai Kami.

Tinggalkan Balasan