Cendekiawan Muslim Serukan Aksi Global Menentang Israel

0
Foto: AFP

Doha, 5NEWS.CO.ID,- Sebuah organisasi internasional cendekiawan Muslim menyeru kepada dunia internasional dan Muslim khususnya, untuk menentang rencana Israel mencaplok bagian Tepi Barat.

Dalam pernyataannya, Ali al-Qaradaghi, Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) yang bermarkas di Qatar, juga mengecam pemerintah Amerika Serikat karena mendukung Israel dalam rencana aneksasinya. Dia menganggap, Washington bertanggung jawab atas praktik agresif Tel Aviv tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang kini menghadapi sejumlah dakwaan pidana, berulang kali mengumumkan bahwa ia akan memulai rencananya mencaplok lebih banyak wilayah di Tepi Barat. Pencaplokan tanah Palestina yang diduduki Israel sejak 1 Juli itu, sesuai dengan skema perdamaian Trump, yang semakin membuat geram warga Palestina.

Pada bulan Januari lalu, Presiden Amerika secara resmi merilis rencana yang disebutnya sebagai ‘Perjanjian Abad Ini’ di Gedung Putih bersama Netanyahu tanpa ada perwakilan Palestina yang dihadirkan.

Para ahli menilai rencana ‘perdamaian’ Trump itu disinyalir akan menciptakan negara Palestina dengan kontrol terbatas atas keamanan dan perbatasannya sendiri. Selain itu, kesepakatan sepihak Trump juga akan menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel yang tidak terbagi. Tak hanya itu, pemerintah AS juga dinilai telah tunduk pada tuntutan Israel dengan memungkinkan rezim tersebut mencaplok permukiman di Tepi Barat dan Lembah Jordan. .

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengatakan 27 negara akan melancarkan dorongan diplomatik untuk menghentikan Israel dari rencana jahatnyanya mencaplok wilayah Tepi Barat yang didudukinya.

Selain itu, rencana ‘perdamaian’ Trump juga menghilangkan hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah air mereka. Rencana tersebut dinilai telah mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB dan ditolak oleh komunitas internasional.

Sekaitan dengan hal ini, Otoritas Palestina mengancam akan memutus perjanjian bilateral dengan Tel Aviv jika rezim ilegal itu melanjutkan aneksasi yang dipastikan akan merusak perjanjian solusi dua negara. Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahkan mengatakan bahwa proposal AS itu milik tong sampah sejarah. Skema perjanjian sepihak Trump tersebut memberi rezim Tel Aviv untuk mencaplok 30 hingga 40 persen Tepi Barat dengan leluasa.

Dalam sambutannya pada hari Senin (18/5/2020)  Qaradaghi memperingatkan bahwa Israel saat ini sedang menikmati kepanikan dunia terkait pandemi COVID-19. Ia juga mengatakan rezim Tel Aviv juga tengah menikmati ketundukan dan dukungan total AS. Qaradaghi juga mengecam negara-negara Arab atas impotensi serta kebisuan mereka yang membiarkan perampasan tanah Palestina. .

Di akhir sambutannya, Kepala IUMS itu juga memuji semua negara yang mendukung perjuangan Palestina, terutama bangsa-bangsa yang gigih menyuarakan penentangan mereka terhadap proyek ekspansionis Israel.(PRESS TV/hsn)

Tinggalkan Balasan