Ribuan Bangkai Ayam Dibuang di Sungai Wegil Pati, Ada Unsur Kesengajaan?

0
ribuan bangkai ayam yang sengajan dibuang di Sungai Wegil, Sukolilo, Pati (foto: istimewa)

Pati, 5NEWS.CO.ID, – Ribuan bangkai ayam dibuang di Sungai Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Kasus ini mencuat di media sosial   setelah akun Facebook “Karyanto (Pak Kary)” mengunggah empat video yang memperlihatkan ribuan bangkai ayam mengapung di Sungai Wegil.

“Ada oknum yang membuang bangkai ayam di sungai depan rumah, diperkirakan lebih dari seratus ekor dan terus bertambah. Saat ini sedang dalam proses pelaporan. Lokasi Desa Wegil, Sukolilo, Pati,” tulis akun tersebut pada tanggal (14/05/20).

Saat ini, pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus pembuangan ribuan bangkai ayam ini. Diduga ada oknum yang sengaja membuang bangkai ayam tersebut.

Kapolsek Sukolilo, AKP Supriyono mengatakan, setelah melalui penelusuran, terdapat sejumlah titik sungai yang dilewati oleh bangkai ayam yang hanyut terbawa arus. Saat polisi menyusuri alur sungai , mereka menemukan satu titik yang diduga merupakan titik awal pembuangan.

TKP pembuangan bangkai ayam, menurut AKP Supriyono, terletak di Petak 6 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Prawoto, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Grobogan/Purwodadi.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya masih dalam penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku pembuangan ayam tersebut.

“Dari hasil pulbaket (pengumpulan bahan keterangan), bangkai-bangkai ayam tersebut diduga dibuang menggunakan dump truck pada malam hari 13 Mei 2020,” ujar ketika dihubungi via aplikasi perpesanan daring oleh salah satu media nasional, Jumat (15/05/20) malam.

Kandang tersebut berisi ayam umur 21 hari. Berdasarkan keterangan pemilik kandang, sempat terjadi kematian ayam mulai 10 sampai 14 Mei 2020. Ada sekitar 48 ekor,” tambah AKP Supriyono.

Di lain pihak, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati Purwadi mengatakan, pihaknya menyerahkan penanganan kasus ini pada kepolisian.

“Kami menunggu hasil investigasi polisi. Karena ini ranah pidana, pelanggaran UU nomor 18 tahun 2008,” tutur Purwadi.

Di sisi lain, seorang ibu rumah tangga, yang juga pemilik warung D’pur D’jadjan mengeluhkan harga ayam yang naik di Pasar Puri, Pati. Dengan harga ayam yang meroket seperti itu dagangannya pun ikut terdampak.

“Harga Ayam 35.000 Rp per kg dari yang biasanya hanya di angka 25.000 per kg,” ujar Jindanah ketika ditemui tim 5NEWS.CO.ID, Jumat (15/05/20). (mra)

Tinggalkan Balasan