KPAI: Sebaiknya Tahun Ajaran Baru Diundur 2021

1

(foto:Liputan6.com)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, – Selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ditengah wabah COVID-19, kendala yang dialami oleh para guru salah satunya adalah kepemilikan teknologi komunikasi dan akses internet terbatas.

Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti hal itu berdasarkan hasil survey terhadap 602 respon guru yang dihadapkan pada kendala metode pembelajaran yang digunakan. Artinya guru masih mengejar ketercapaian kurikulum.

Padahal dalam surat edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 dijelaskan bahwa sekolah tidak harus mengejar ketuntasan pembelajaran sebab akan menjadi beban siswa dan guru.

Selanjutnya guru masih berorientasi pada kegiatan penilaian pelaksanaan PJJ dibandingkan dengan pembelajaran bermakna.

Kendala itulah yang membuat KPAI bersama FSGI memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah. Salah satunya adalah perlunya guru melakukan pelatihan menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Pelatihan bisa berupa Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) konten pelatihan penggunaan atau pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK,” ucap Retno, Selasa (28/4/2020) kemarin.

Sebagai langkah antisipasi jika COVID-19 belum juga reda, Retno menyarankan agar pemerintah membuat skenario, pertama dengan tetap melakukan PJJ namun mengevakuasi kekurangannya, kedua menunda tahun ajaran baru.

“Skenario terberatnya adalah tahun ajaran baru diundur menjadi 2021. Artinya ada pergeseran yang fundamental terhadap sistem pendidikan nasional. Waktu kekosongan 6 bulan ke depan bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan edukatif,” tambahnya. (sari)

1 KOMENTAR

  1. Saya sebagai pelajar tdk mau karena merasa waktunya hrs terbuang 1 thn lagi untuk sklh.
    Pdhl seharusnya tahun depan saya sudah lulus.
    Jadi mohon di pertimbangkan lagi😌

Komentar