Biaya Alat Pelindung Diri di AS Meroket, Beberapa Gubernur Mengeluh

0
seorang tenaga medis yang tengah mengenakan alat pelindung diri. (REUTERS/Lindsey Wasson)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, – Strategic National Stockpile (gudang penyimpanan alat medis) pemerintah federal telah hampir kosong dan negara-negara bagian dibiarkan mencari sendiri persediaan APD.  Lonjakan permintaan telah membuat importir, pemasok dan pembeli berebut. 

“Biaya terus naik dan naik dan naik, dan tidak ada akhir yang terlihat,” kata Michael Einhorn, CEO dan Presiden Dealmed, distributor APD yang berbasis di New York, Jumat (17/04/20).

“Anda memiliki banyak hal yang terjadi dan itu tidak benar-benar hal yang baik. (Persaingan) benar-benar menaikkan harga lebih lanjut. Sekarang perusahaan-perusahaan ini memiliki hak untuk mengenakan lebih banyak uang dan menebak siapa yang akan membayar harga yang lebih tinggi?” ujarnya.

Einhorn membeli persediaannya dari Cina, tempat ia membangun hubungan dengan produsen.

Biaya pasokan APD telah naik lebih dari 1.000% menurut laporan yang diterbitkan minggu lalu oleh Society for Healthcare Organization Procurement Professional, organisasi nirlaba baru, yang didirikan oleh dua perusahaan yang menyediakan konsultasi, termasuk pembelian, ke rumah jompo.

Angka-angka ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang biaya yang telah dikeluhkan negara bagian secara verbal selama berminggu-minggu bahwa kurangnya kontrol pusat telah sangat menaikkan harga.  Data dikumpulkan dengan meminta informasi biaya dari lebih dari 4.000 klien dari dua perusahaan, yang merupakan fasilitas keperawatan yang terampil dan pusat-pusat kehidupan yang dibantu.

Biaya masker N95 naik dari $ 0,38 menjadi $ 5,75 masing-masing (kenaikan 1,513%), biaya sarung tangan ujian vinil naik dari $ 0,02 menjadi $ 0,06 (kenaikan 300%);  dan biaya gaun isolasi naik dari $ 0,25 menjadi $ 5,00 (kenaikan 2000%), menurut laporan itu.

Pelindung wajah yang dapat digunakan kembali yang dulunya seharga $ 0,50 sekarang adalah $ 4, naik 900%, menurut laporan itu.

Beberapa gubernur di Amerika Serikat mengeluhkan persaingan untuk mengamankan pasokan APD. 

Gubernur Illinois J.B Pritzker menyebutnya “barat liar,” mengatakan bahwa negara membayar lebih untuk peralatan pelindung pribadi karena persaingan.  Dan Gubernur Kansas Demokrat Laura Kelly menyesalkan bahwa penawaran terhadap satu sama lain adalah “menaikkan biaya PPE (Property, Plant and Equipment) sangat besar untuk setiap negara bagian. (mra)

Tinggalkan Balasan