Penyemprotan Disinfektan di Jalanan Dinilai Konyol oleh WHO

0
Fasilitas umum di Padang, Sumatera Barat, disemprot disinfektan. Penyemprotan dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, – Banyak upaya yang dilakukan oleh warga dunia demi terhindar dari Pandemi Corona yang saat ini tengah menyebar secara cepat di berbagai belahan bumi.

Salah satu upaya pencegahan tersebut adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan di jalanan yang dinilai konyol oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jalanan di lima wilayah di DKI Jakarta, yang dianggap sebagai episentrum Covid-19 di negeri ini disemprot disinfektan pada 22 Maret lalu. Di Surabaya, Drone dikerahkan untuk menyemprot di jalan dan kampung padat penduduk pada 23 Maret.

Di Bali, Polda Bali mengerahkan truck Water Cannon berkapasitas 5.000 liter untuk menyemprot Jalan WR Supratman Denpasar pada 27 maret, serta banyak lagi kota-kota lain yang melakukan hal serupa.

Bahkan negara-negara lain juga turut melakukan kegiatan penyemprotan cairan pembasmi kuman di luar ruangan ini, India, Turki, dan Meksiko adalah beberapa negara yang melakukan tindakan serupa.

Disiarkan oleh DW News, presenter Phil Gayle bertanya kepada kepala jaringan wabah dan Tanggap Darurat Global WHO, Dale Fisher. Ia bertanya kepada Fisher tentang fenomena penyemprotan disinfektan di jalanan yang marak dilakukan.

“Mungkin itu adalah citra masyarakat yang kita anggap serius, saya tidak tahu. Yang jelas, itu adalah hal yang tidak kami rekomendasikan. Kami tidak percaya orang-orang tertular virus dari permukaan tanah (jalanan -red),” ungkap Fisher dikutip dari akun Youtube DW News.

Daripada menyemprot jalanan dengan disinfektan yang mengandung klorin, lebih baik menggalakkan kegiatan cuci tangan dengan sabun dan senantiasa menjaga kebersihan.

“Saya lebih melihat orang-orang mencuci tangan dan menjaga jarak, hal seperti itulah yang merupakan aksi tanggap masyarakat terhadap virus, bukan menyemprtokan klorin kemana-mana,” kata Fisher.

Dilansir dari Reuters, Fisher bahkan menganggap bahwa langkah penyemprotan jalanan itu membahayakan masyarakat, membuang waktu dan menghamburkan sumber daya.

“Itu adalah gambaran konyol di banyak negara,” kata Fisher yang juga merupakan ahli penyakit menular, Selasa (13/03) lalu.

Peneliti dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) China, Zhang Liubo bahkan mewanti-mewanti agar masyarakat tidak kelewatan dalam menyemprotkan cairan disinfektan karena cairan tersebut sangan berbahaya bila terlalu banyak masuk ke tubuh manusia.

“Permukaan di luar ruangan seperti jalanan, tanah lapang, rerumputan jangan terlalu sering disemprot dengan disinfektan karena bisa mengakibatkan polusi lingkungan dan harus dihindari,” kata Zhang Liubo dilansir dari siaran televisi CCTV China. (mra)

Komentar