China Tuding AS Tutupi Informasi Perkembangan Virus Corona

0
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying (Photo/IC)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, – China menuduh Gedung Putih menutupi laporan tentang wabah virus corona di Amerika setelah Wakil Presiden AS Mike Pence menyalahkan tanggapan Washington yang tertunda terhadap krisis di Beijing yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengutuk: ‘Mengapa Gedung Putih menuntut pejabat dan pakar kesehatan Amerika meminta persetujuan dari kantor Wakil Presiden Pence sebelum mengeluarkan informasi dan mengomentari epidemi ini?’

Dia juga mengklaim bahwa pemerintah AS mencegah seorang dokter Seattle menyuarakan kabar tentang pandemi tersebut.

Hua Chunying, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, menuduh: “Ada seorang dokter Amerika, Helen Chu, yang mulai menyuarakan kabar tentang epidemi di Amerika Serikat dan memberikan peringatan pada awal Januari”.

“Dia memberikan hasil tes yang telah dia lakukan kepada otoritas AS pada Februari tetapi diperintahkan untuk berhenti menguji atau berbicara kepada awak media,” Ujarnya pada Kamis (02/04/20).

Artikel yang dia rujuk, diterbitkan oleh The New York Time pada (10/03/20) merinci beberapa kesalahan langkah pemerintah federal AS dalam mendeteksi wabah tersebut.

Chu dilaporkan menghabiskan waktu berminggu-minggu mencoba mendapatkan izin untuk melakukan tes corona virus, dan akhirnya melakukannya tanpa persetujuan pemerintah.

Perwakilan Beijing, Hua Chunying mengecam Pence dan Sekretaris Negara Mike Pompeo hari ini melalui  konferensi pers.

Dia menyebut para pemimpin Washington ‘tidak tahu malu’ dan ‘tidak bermoral’ setelah mereka menuduh Beijing menutupi tingkat wabah koronavirus.

Dia mengklaim bahwa politisi Amerika itulah yang berbohong selama pandemi.

Pejabat itu mengkritik politisi AS karena menghindari tanggung jawab mereka dengan mencela penanganan China terhadap krisis.

Dia mempertanyakan apakah AS akan mengambil tindakan yang sama efektif seandainya pandemi dimulai di sana, dan bukan di China.

“Apakah pihak AS akan melakukan lebih baik daripada pemerintah Cina?”  dia bertanya.

“Kami telah mengatakan berulang kali bahwa mengalihkan perhatian dan mengalihkan tanggung jawab tidak dapat menggantikan waktu yang hilang, dan terus berbohong hanya akan membuang lebih banyak waktu dan menyebabkan lebih banyak nyawa hilang,” ujarnya

Terkahir, ia memuji kinerja pejabat kesehatan China karena memberikan informasi terbaru tentang epidemi negara itu, ‘secara transparan’ dan ‘tanggung jawab’. (mra)

Tinggalkan Balasan