Ironi Warga Miskin India Di Tengah Invasi Covid-19

0




Wajah kawasan kumuh warga New Delhi di tengah intaian Covid-19

NEW DELHI, 5NEWS.CO.ID,- Mencuci tangan sangat direkomendasikan para ahli kesehatan dunia, sebagai salah satu cara dalam menangkal sebaran Covid-19. Bagi yang tinggal dengan sumber air melimpah, itu bagian termudah dilakukan.

Namun tidak demikian halnya dengan warga di daerah kumuh, New Delhi, India. Kegiatan cuci tangan hampir mustahil dilakukan. Bagaimana tidak, untuk memperoleh air bersih saja, mereka harus mengantre pada jam-jam tertentu. Alih-alih mencegah Covid-19, muncul kekhawatiran terpapar penyakit yang lebih parah jika menggunakan air seadanya.

“Kami mendapatkan air pada waktu-waktu tertentu saja. Dan Kami harus menunggu untuk itu dan mengisi air. Ini air kotor, bukan air bersih. Ada kemungkinan mendapatkan lebih banyak penyakit daripada menangkalnya,” terang Dharam Singh Rajput, warga lokal, Kamis (19/3/20).

Setali tiga uang, penggunaan Hand Sanitizer juga amatlah tidak mungkin. Harga yang tak terjangkau, membuat mereka hanya bisa gigit jari.

“Saya takut Virus Corona. Namun tidak semua orang punya uang untuk membeli Sanitizer. Harus ada beberapa ketentuan untuk ini, kran harus diletakkan dimana-mana. Sabun, pembersih. Mungkin itu bisa menghentikan penyebaran virus,” imbuh Dharam Singh.

Sekitar 160 juta penduduk miskin India krisis air bersih. Satu-satunya untuk memutus rantai sebaran Covid-19, mereka hanya memakai penutup hidung dan mulut seadanya. (h@n)




Komentar