Keris Kiai Naga Siluman Saksi Ingkar Janji Belanda

0

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, – Akhirnya Keris Naga Kiai Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro dikembalikan oleh Raja Belanda, setelah dua abad menghilang dari Tanah Air.

Presiden Joko Widodo hari ini (10/3/2020) menerima kembalinya Keris Kiai Naga Siluman, yang sejak tahun 1831 pusaka ini sudah ada ditangan Belanda.

Menurut sejarawan Belanda, Profesor Peter Brian Ramsay Carey, pada tahun 1831 disaat Belanda kesulitan memburu Diponegoro, Kolonel Jan-Baptist Cleerens mempunyai ide untuk kirim surat ke penasihat agama Diponegoro, Haji Badarudin.

Haji Badarudin menyarankan agar Diponegoro percaya pada Cleerens karena orangnya baik. Ia pun menurut seperti yang disarankan oleh penasihat agama itu.

Diponegoro akhirnya menemui Cleerens, mereka bernegoisasi. Bahwa perang Jawa akan diakhiri dengan damai. Saat itulah Keris Kiai Naga Siluman diberikan pada sang Kolonel.

Sementara itu Jenderal de Kock membuat rencana bagaimana menangkap Diponegoro. Akhirnya ia mengundang Diponegoro di Magelang. Berdasar kesepakatan dengan Cleerens, Diponegoro memenuhi undangan tersebut.

Namun saat bertemu dengan Jenderal de Kock ia langsung ditangkap dan dibuang ke Sulawesi. Cleerens kemudian pulang ke Belanda dengan membawa Keris tersebut.

“Akhirnya Belanda bisa menangkap Diponegoro, perang bisa diselesaikan dalam sekejap,” jelas Peter.

Ia menyimpulkan pihak yang ingkar janji bukan Cleerens, dia hanya sebagai alat. Jadi yang ingkar janji adalah Jenderal de Kock. (sari)

Komentar