Bill Gates: Dunia Tidak Siap Hadapi Coronavirus

0

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Pengembang perangkat lunak Bill Gates mengatakan coronavirus mulai menunjukkan tanda-tanda perilaku ‘penyakit mematikan (yang muncul)  sekali dalam seabad’ seperti yang dia khawatirkan. Miliarder Amerika itu juga menyebut wabah itu sebagai pandemi.

Gates mengaku telah memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa dunia tidak siap menghadapi pandemi mematikan. Virus corona telah menewaskan sedikitnya 2.900 orang di seluruh dunia, sebagian besar di Cina. Saat ini tercatat lebih dari 83.000 kasus Coronavirus di dunia dan diperkirakan masih terus akan bertambah. Hal ini, kata Gates, menimbulkan kekhawatiran munculnya pandemi.

“Dalam sepekan terakhir, COVID-19 berperilaku seperti ‘patogen sekali dalam seabad” yang kita khawatirkan,” tulis Gates dalam sebuah op-ed New England Journal of Medicine, Jumat (28/2/2020).

Menurut Gates, COVID-19 merupakan ancaman serius bagi dunia karena jauh lebih menular dan mematikan dibanding banyak virus patogen lainnya. Dia memperkirakan tingkat kematian akibat infeksi COVID-19 bisa lebih tinggi dibanding pandemi influenza pada tahun 1957 yang menewaskan sekitar 66.000 orang di Amerika Serikat.

“Pertama, virus itu dapat membunuh orang dewasa yang sehat selain orang tua yang memang memiliki masalah kesehatan sebelumnya. Kedua, Covid-19 terlihat cukup efisien tersebar. Rata-rata orang yang terinfeksi menyebarkan penyakit itu ke dua atau tiga orang lainnya,” kata dia.

“Tingkat kematian jauh lebih parah daripada influenza musiman biasa,” ujar Gates.

Gates mendesak para pemimpin dunia untuk membantu memperlambat penyebaran Coronavirus. Dia menyerukan negara-negara maju untuk membantu negara-negara yang kurang berkembang guna menangani virus tersebut.

Dia menyarankan bahwa negara-negara kaya harus memasok negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di Afrika dan Asia Selatan dengan petugas kesehatan terlatih untuk memantau penyebaran COVID-19 serta memberikan vaksin.

Awal bulan ini, Gates telah memperingatkan bahwa epidemi coronavirus dapat membanjiri klinik kesehatan Afrika dan memicu pandemi yang berpotensi menyebabkan 10 juta kematian di benua itu. Pendiri dan dermawan Microsoft berbicara pada pertemuan tahunan sebuah masyarakat ilmiah Amerika di Seattle, Washington, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang wabah koronavirus.

Gates menyatakan khawatir, penyakit itu akan menyebar ke Afrika dan memicu wabah yang tidak terkendali, sementara layanan kesehatan di benua itu tidak dapat memantau atau mengendalikan virus.

Yayasan Bill & Melinda Gates, yayasan amal yang ia dan istrinya, Melinda Gates, dirikan pada tahun 2000, baru-baru ini berkomitmen $ 100 juta untuk memerangi virus corona.(hsn)

Tinggalkan Balasan