DPR AS Tuduh CIA-NSA Sembunyikan Dokumen Terkait Pemakzulan Trump

0
Ketua Komite Intelijen DPR AS, Adam Schiff (di podium) tuduh Presiden Trump sembunyikan dokumen terkait pemakzulan

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, – Ketua Komite Intelijen Dewan Perwakilan Amerika Serikat, Adam Schiff menuduh lembaga intelijen seperti Badan Keamanan Nasional (NSA) dan Badan Intelijen Pusat (CIA) berupaya menyembunyikan sejumlah dokumen yang dapat membantu penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump. Diduga kuat hal itu adalah tekanan dari pemerintah.

“Mereka, (CIA-NSA) nampaknya menyerah pada tekanan dari pemerintah,” ucapnya saat diwawancarai ABC pada Minggu (19/01/20).

Schiff menuturkan NSA secara khusus menahan sejumlah dokumen yang dianggap berpotensi sangat membantu penyelidikan DPR AS terkait pemakzulan Trump. Selain NSA, Politikus Partai Demokrat itu juga mengatakan ada tanda-tanda bahwa CIA juga melakukan hal yang sama.

Dalam wawancara itu, ia juga ditanya soal laporan media lokal AS yang menyebut bahwa para pejabat mendorong DPR dan Senat untuk membatalkan pernyataan publik tahunan AS tentang ancaman keamanan dunia. Dikarenakan tahun lalu, Trump mengecam penilaian atas Korea Utara, Iran dan Negara Islam (ISIS).

Dia menjawab laporan itu terlalu akurat dan mengisyaratkan bahwa pejabat intelijen tidak sependapat dengan Trump, terkait resiko keamanan yang akan dihadapi AS.

“Komunitas intelijen enggan melakukan dengar pendapat terbuka, sesuatu yang telah kami lakukan setiap tahun sebelum pemerintahan Trump, karena mereka khawatir akan membuat marah presiden,” katanya seperti dikutip Associated Press.

Sementara itu, komunitas intelijen AS membantah tuduhan yang diutarakan Schiff tersebut. Asisten Direktur Komunikasi Strategis Intelijen Nasional AS, Amanda Schoch mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberi kongres informasi dan intelijen yang diperlukan untuk menjalankan peran pengawasan.

“Komunitas intelijen siap bekerja dengan itikad baik bersama Komite Tetap Permanen DPR tentang intelijen untuk menanggapi permintaan berbagai topik dan akan terus melakukannya,” kata Schoch.

Sidang lanjutan pemakzulan Trump akan ditindaklanjuti di Senat untuk pertama kalinya pada Selasa (21/01/20) besok. Trump dijerat dugaan penyalahgunaan kekuasaan sebagai Presiden untuk menekan Ukraina.

Ia juga didakwa berupaya menghalangi proses penyelidikan Kongres terkait pemakzulannya dengan menekan lembaga-lembaga pemerintah untuk tidak bersaksi di depan parlemen.

Trump akan diwakili oleh tim kuasa hukumnya pada sidang besok. Ia menganggap bahwa sidang ini berada di luar jalur konstitusi dan berbahaya. (mra)

Tinggalkan Balasan