Rocky Gerung Sebut Presiden Tak Paham Pancasila, BPIP: Hanya Retorika Saja

0

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, – Staff Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Soesatyo menyebut bahwa Rocky Gerung hanya melontarkan pernyataan hiperbola tentang Presiden Jokowi yang tak paham Pancasila. Benny menilai Rocky hanya sedang beretorika untuk mendapatkan panggung dan menarik perhatian.

“Rocky Gerung itu selalu dalam teori-teori komunikasi, selalu mengatakan hiperbola. Membesarkan sesuatu yang sebenarnya ia tidak paham juga,” kata Benny saat dikonfirmasi, Rabu (04/12).

Dalam acara ILC TvOne, Rocky mengatakan tidak ada yang Pancasilais. Rocky bahkan menyebut orang nomor satu di Indonesia itu tidak paham Pancasila, melainkan hanya menghapal isinya saja.

“Jadi dia hanya membuat retorika-retorika saja. Hanya untuk menarik perhatian, mendapatkan panggung, tapi tidak ada subtansi apa yang ia katakan,” ujarnya menambahkan.

Rocky mengatakan bahwa polisi Pancasila atau Presiden tidak enggak ngerti Pancasila, dia hapal tapi enggak paham. Kalau dia paham dia nggak akan berhutang, kalau dia paham dia enggak akan naikin BPJS, kalau paham dia juga enggak akan naikin harga BPJS, tegas Rocky Gerung dalam acara ILC.

Benny enggan menanggapi kata-kata yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, ia menganggap bahwa kata-kata yang dilontarkan Rocky itu hanya sebatas retorika tanpa substansi. Termasuk juga pasal BPJS yang dinaikkan iurannya, ia mengatakan bahwa di dalam BPJS tersebut terkandung nilai gotong-royong.

“Jadi retorika itu selalu bagaimana cara berbicara di depan publik, tapi tidak yang substansial. Yaitu dengan menggunakan gaya bahasa hiperbolis, melebih-lebihkan,” tutur Benny saat dimintai keterangan.

Benny juga menyatakan bahwa Presiden Jokowi selalu memberi arahan untuk mengamalkan Pancasila di setiap pertemuan dan menghimbau agar masyarakat selalu membumikan Pancasila.

Beliau sendiri telah menerapkan beberapa kebijakan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, BBM satu harga di Papua, hingga pembangunan Infrastruktur. (mra)

Tinggalkan Balasan