Kisah Pohon-pohon Tua Kenangan di Sepanjang Kaliwiso

0

Jepara, 5NEWS.CO.ID, – Hendri, 56 tahun, pemilik fotocopy Sumber Rejeki adalah salah satu warga yang kehilangan kenangan indahnya pohon-pohon besar di pinggir sungai Kaliwiso di sepanjang jalan Brigjen Katamso di Jepara Kota.

Pohon-pohon besar sepanjang sungai yang dahulu bersih itu kini tinggal beberapa saja yang terisisa. Seperti depan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Siti Khodijah masih tersisa dua. Ada juga beberapa pohon di depan kecamatan Jepara.  Apakah nanti ditebang juga atau dibiarkan menjadi kenangan?

Pohon jenis Mahoni, Trembesi bahkan Kenari dahulu saat Hendri muda menjadi penghias pinggir Kaliwiso, sungai yang membelah kota Jepara. Namun sekarang pohon-pohon kenangan yang rindang itu ditebang dan menjadi korban pembangunan proyek pemasangan sheet pile atau tanggul penguat di kiri kanan sungai.

“Saya orang Panggang mas. Waktu kecil kami biasa mandi di Kaliwiso, menghabiskan waktu bermain dengan teman-teman,” akunya saat ditemui 5news.co.id di toko fotocopynya yang kini pindah di jalan MH. Thamrin samping SMPN 2 Jepara, Sabtu (23/11/2019).

Sejak 2006, Hendri menempati toko di pinggir sungai Kaliwiso. Usaha fotocopy yang ia rintis berhadapan dengan Puskesmas Jepara. Sudah 13 tahun Hendri memupuk kenangan. Bukan waktu yang sebentar. Namun roda pembangunan dan peremajaan kota Ukir tidak dapat ia tolak juga.

“Pohon-pohon besar itu mungkin sudah puluhan bahkan ratusan tahun. Sejak saya kecil pohon itu memang sudah besar-besar,” katanya dengan semangat mengisahkan kenangannya.

Hendri berkisah, sungai Kaliwiso hanya saat musim hujan saja meluap dan pernah juga sampai banjir dan menggenangi kabupaten. Tidak pernah kering dan dangkal seperti sekarang.

Sungai Kaliwiso yang muaranya sampai ke pelabuhan di Ujungbatu itu saat ini tengah dilakukan upaya normalisasi serta revitalisiasi. Kelanjutan dari tahun 2018 hingga nanti di tahun 2020.

Setelah pemasangan tangul di kiri dan kanan sungai, nantinya akan dilanjutkan pengerukan akibat pendangkalan yang cukup parah di sepanjang aliran tersebut.

Pemkab Jepara sendiri rencannaya akan melengkapi sejumlah fasilitas umum di sepanjang sungai ini. Di antaranya adalah taman kota, fasilitas pedestrian dan fasilitas lainnya. Rencananya akan dilakukan pada Tahun 2020 mendatang melalui dana APBD yang sudah disiapkan.

Nantinya jika sudah tertata rapi sungai Kaliwiso diharapkan akan menjadi wisata sungai dan menjadi kebanggaan warga kota Jepara. Tentunya dengan konsekwensi kerusakaan lingkungan yang tidak sedikit. Termasuk para pedagang dan masyarakat yang sejak lama mengais rejeki di tanah milik pengairan itu.

Harapannya, meski nanti sungai Kaliwiso sudah tertata secara modern namun tidak menghilangkan keteduhan pohon dan taman sebagai penyejuk alami bagi lingkungan. (mas)

Tinggalkan Balasan