Bupati: Kekeringan dan Banjir Melanda Pati Setiap Tahun Akibat Rusaknya Alam di Pegunungan Kendeng

0

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Bupati Pati H. Haryanto SE. MM. M.Si., mengatakan bencana alam di pegunungan kendeng merupakan dampak dari reboisasi yang tidak berhasil. Selain itu, pendangkalan sungai dan kurang sadarnya masyarakat terhadap lingkungan, juga faktor penyebab bencana alam seperti banjir dan kekeringan, yang kerap melanda wilayahnya setiap tahun.

Hal itu disampaikan Bupati Pati, saat menyambut tamu kehormatan pada kunjungan perdana Kepala BNPB dan rombongan di Kecamatan Kayen, Pati, Jawa Tengah. Agenda kunjungan Kepala BNPB bersama rombongan di wilayah Kabupaten Pati ini adalah silahturahmi serta acara tatap muka dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Aula Kecamatan Kayen terkait permasalahan di Gunung Kendeng.

Haryanto memaparkan bahwa  Kabupaten Pati dulunya adalah eks Karesidenan yang membawahi empat kabupaten, yaitu Pati, Kudus, Jepara dan Rembang.

“Kabupaten Pati dengan jumlah 406 desa dan 21 Kecamatan. Pegunungan Kendeng berada di tiga Kecamatan meliputi Kayen, Sukolilo dan Tambakrowo,” ujar Haryanto di Aula Kecamatan Kayen, Pati, Jumat (15/11/2019) pagi.

“Bahwa untuk wilayah tertentu, saat musim hujan masyarakat mengistilahkan dalam bahasa jawa ‘ora iso ndodok” (tidak bisa jongkok) karena kebanjiran. Dan saat musim kemarau  ‘ora iso cewok (tidak bisa cebok) karena tidak ada air,” katanya.

“Bencana seperti Ini dialami bukan tahun ini saja, namun setiap tahun di Kabupaten Pati mengalami kekeringan,” lanjut Bupati.

“Alhamdulillah, ada kerjasama antara masyarakat Kabupaten Pati dengan instansi terkait dalam menangani bencana kekeringan. Melalui BPBD telah tersalurkan 1000 lebih tangki sehingga kebutuhan air bersih dapat dipenuhi, keluhan masyarakat bisa tertampung dan tersaring. Kendalanya hanya teknis aja,” tuturnya.

Haryanto juga menceritakan, pihaknya diundang oleh Presiden dan telah mendapatkan bantuan normalisasi sebesar 1 milyar rupiah.  Selain itu, pada tahun 2020 juga mendapat dana 100 milyar rupiah.

“Ke depan rencana mau ada kegiatan pabrik semen dimana masih ada pro dan kontra.  Amdalnya masih dalam proses dan sampai sekarang juga tidak kunjung selesai,” ungkap Haryanto.

Bupati Pati menekankan untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dengan melibatkan semua pihak.

Setelah kegiatan di Aula Kecamatan Kayen, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo meninjau tempat persemaian bibit Perhutani di Kawasan Gunung Kendeng di desa Sumbersari, Kec. Kayen. Rombongan meninggalkan lokasi menuju Helipad di lapangan Kecamatan Kayen untuk melanjutkan agenda kunjungan di Kota Solo, Jawa Tengah. (Snpt/Pendim/hsn)

Tinggalkan Balasan