Naturalisasi Ciliwung Tersendat Karena Defisit Anggaran Pemprov DKI

0

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Program naturalisasi sungai yang digadang-gadang oleh Gubernur Anis Baswedan akan membawa perubahan signifikan pada diri Ibukota Indonesia itu kini harus tersendat karena pemerintah provinsi dalam kondisi defisit anggaran.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini, mengatakan bahwa salah satu yang tersendat adalah perkembangan naturalisasi di Kali Ciliwung.

“Ada beberapa lokasi yang belum kita bebaskan, karena defisit anggaran. Rencananya tahun ini kita mau bebaskan empat kelurahan, tapi karena anggarannya di-stop, defisit, jadi kita stop,” ujar juaini saat ditemui.

Keempat kelurahan yang disebut adalah Pejaten Timur, Tanjung Barat, Cililitan, dan Balekambang. Sedangkan untuk pembebasan tersebut Dinas SDA DKI Jakarta telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 80 miliar.

“Tahun depan akan kita masukkan Rp 80 miliar karena ada sisa bidang yang belum kita bebaskan,” kata dia.

Juaini menambahkan bahwa naturalisasi dilakukan untuk mengembalikan citra sungai sebagai tempat interaksi bagi masyarakat. Bantaran sungai dan waduk akan diberi semacam fasilitas interaksi sosial seperti pedestrian, joging track, dan taman sebagai upaya penghijauan.

Berdasarkan catatan Badan Pajak dan Retribusi Daerah Pemprov DKI Jakarta per 17 Oktober 2019, pendapatan dari sektor pajak hanya mencapai RP 31,56 triliun dari target Rp 44,54 triliun, butuh Rp 12,97 triliun untuk menutupi target tersebut.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Edy Prasetyo juga menyatakan kekecewaannya terkaitdefisit anggaran yang melanda Ibukota tersebut dan mengakibatkan tersendatnya beberapa proyek yang sedang dikerjakan saat ini. (mra)

Tinggalkan Balasan