Nggak Mau Jadi Menteri Keuangan, Maunya Youtuber

0

Jakarta.CO.ID, -Menteri Keuangan Sri Mulyani hari ini berkunjung di Sekolah Dasar (SDN) Kenari 01. Kunjungan Sri Mulyani beserta pegawainya  untuk menjadi guru yang merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Oeng  2019.

Acara ini di gelar di 27 provinsi oleh Kementerian Keuangan secara serentak. Dan melibatkan 3.700 relawan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Keuangan. Tugas dari para relawan adalah mengajar dari anak-anak sekolah.  

Sri Mulyani merasa berkesan ketika mendapatkan kesempatan mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kenari 01, Jakarta Pusat. Banyak pelajaran berarti yang dia dapat terutama ketika melakukan dialog dengan para siswa-siswi.

Materi yang diberikan terkait tentang penggelolaan keuangan negara. Dalam kesempatan tersebut  Sri Mulyani sempat memberikan pertanyaan kepada siswa-siswi mengenai minat mereka menjadi Direktur Jenderal Pajak ataupun Menteri Keuangan. Dan ternyata tidak ada satupun dari siswa-siswi yang berminat.

“Ditanya mau jadi Dirjen Pajak, mau jadi Menteri Keuangan? Tidak mau mereka, mereka maunya jadi Youtuber, jadi atlet internasional, jadi pilot, jadi pengusaha sukses,” terang Sri Mulyani, Senin (4/11).

Menurut Sri Mulyani, sebenarnya para siswa-siswi SDN Kenari 01 memiliki pengetahuan dasar yang baik. Namun mereka belum mampu mengutarakan dalam sebuah narasi yang tepat.

“Dan mereka tahu Indonesia dipimpin oleh seorang Presiden, tujuan sejahteraan rakyat ciptakan keadilan keamanan,” lanjutnya.

Sri Mulyani juga menjelaskan, selain pemahaman dasar yang baik, pola pikir para siswa-siswi ini sudah cukup matang. Hal itu tercermin saat ditanya mengenai pentingnya bayar pajak.

“Saya tanya kenapa harus dibayar pajak? Mereka menjawab untuk kepentingan bersama. Itu solidaritas luar biasa keluar secara spontan dari mereka. Itu menurut saya itu sikap yang sangat luar biasa dari anak-anak itu,” tambah Sri Mulyani.

Perlu diketahui acara yang digelar oleh Kementerian Keuangan ini diklaim tidak menggunakan dana APBN , namun menggunakan dana pihak yang menjadi relawan. (end).

Komentar