#mengusirbenci di Media Sosial, Gusdurian Jepara Menggelar Pelatihan

0

Maraknya kasus kebencian dan diskriminasi di media sosial, mengundang keprihatinan Komunitas Gusdurian (KGD). Untuk itu, menggunakan media sosial sebagai kampanye keberagaman Komunitas Gusdurian Jepara menggelar pelatihan #mengusirbenci di media sosial, bertempat di SDUT Bumi Kartini Kuwasen Jepara, Sabtu (5/10/2019).

Akan tetapi di lapangan, faktanya masih banyak ditemukan kendala dalam menggunakan media sosial sebagai kampanye keberagaman dan menyebarkan nilai-nilai Gus Dur.

“Masalahnya beragam, mulai belum adanya kepedulian terhadap isu-isu yang berkembang di media sosial, belum adanya skill untuk membuat konten untuk menyebar gagasan, hingga kurangnya pengetahuan mengenai gerakan media sosial secara umum membuat gerakan penyebaran gagasan di media sosial terhambat,” tulis siaran pers yang diterima 5news.co.id.

Karenanya dibutuhkan sebuah pelatihan media sosial untuk mengaktivasi para penggerak KGD agar bisa terlibat aktif dalam kampanye online, lanjutnya. Apalagi dengan teraktivasinya akun-akun penggerak sebagai agen penyebar gagasan menjadikan gerakan di media sosial kian meluas dan masif.

“Dengan demikian, penyebarluasan gagasan-gagasan kebangsaan Gus Dur dalam mengkampanyekan nilai-nilai dasar yang diajar-teladankan oleh Gus Dur untuk mewujudkan Indonesia yang damai, aman, adil, dan sejahtera sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh Gus Dur dapat tercipta,” lanjutnya.

Jaringan Gusdurian, lanjutnya, sebagai wadah besar yang turut mengemban tugas untuk mempersiapkan para pegiat media sosial guna memproduksi dan menyebar konten-konten berperspektif nilai dan gagasan Gus Dur.

“Para penggerak perlu diberi alat dan pemahaman pentingnya penggunaan media sosial sebagai gerakan dan mewujudkan perubahan sosial,” katanya.

Gus Dur sudah meneladankan, saatnya kita melanjutkanbl, tegasnya.

Sementara itu koordinator Guadurian Jepara, Muhammad Khorun Najib ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa diantara tujuan pelatihan media sosial pertama untuk meningkatkan kapasitas penggerak Gusdurian agar mampu memanfaatkan akun media sosial sebagai media kampanye gagasan.

“Kedua, mendorong penggerak komunitas Gusdurian untuk menggunakan media sosial sebagai media kampanye gagasan. Dan ketiga,Menyusun agenda kampanye gagasan di media sosial,” katanya.

Nantinya, diharapkan para peserta memiliki kemampuan dasar mengenai pemanfaatan media sosial sebagai media kampanye gagasan.”Serta memiliki agenda kampanye gagasan di media sosial,” pungkasnya. (mas)

Tinggalkan Balasan