Sri Mulyani Sebut ” Bos-Bos BUMN Pengkhianat”

0

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara, meminta kepada KPK untuk menciduk pengkhianat, bos-bos  badan milik negara (BUMN). Sri Mulyani mengatakan pengkhianat, pasalnya mereka sudah bekerja dengan baik, akan dipandang negatif dan masyarakat akan bersatu untuk menghadapi masalah korupsi.

Di Kompleks Kementrian Keuangan (Kemenku), Jakarta, Jumat (4/10) Sri Mulyani mengatakan, ini merupakan reputasi yang berat. Buat mereka yang jujur, mereka yang komit, itu merupakan suatu pengkhianatan.

“Apa yang mereka sudah lakukan dengan baik mudah sekali hancur reputasinya hanya karena adanya kejadian di antara BUMN, ini yang menjadikan orang menganggap semuanya buruk,” terang Sri Mulyani.

“Mayoritas mereka ini pasti sangat kecewa dan tersakiti  dengan adanya kejadian seperti ini,”imbuhnya.

“Bukan tidak mungkin reputasi mereka yang sudah bekerja secara jujur akan ikut hancur terseret bos-bos BUMN yang terjerat korupsi,”sambungnya.

“Profesional  yang mengelolanya juga makin tergoda terhadap apa yang mereka lihat sebagai suatu aset atau kekayaan atau keuangan, itu bukan milik kita, itu adalah uang rakyat yang kita kelola,” jelasnya.

BUMN harus turut memperkuat, pertama kontrol di internat. Dengan demikian  sinyal adanya korupsi akan terdeteksi. Tata kelola BUMN makin diperkuat, pinta Sri Mulyani.

Adapun beberapa petinggi BUMN yang terjerat KPK antara lain, Sofyan Basir yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada bulan april 2019 lalu. Orang nomor satu disalah satu BUMN di Indonsia, PT PLN (Persero). Dan Sofyan tahun ini menjadi salah satu berita besar.

Juga Wisnu Kuncoro yang sebelumnya Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Terjaring oprerasi OTT pada Maret 2019. Terkait dugaan pengadaan barang dan jasa.

Kemudian Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura Andra II Y Agussalam dalam OTT pada 1 Agustus. Diduga menerima suap dari PT INTI.

Dan Dolly Pulungan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III. Dolly terkena OTT pada hari Selasa (3/9/2019). Ditetapkan dalam kasus terkait dugaan suap ditribusi gula. Dia menerima suap SGD 345 ribu dari pihak swasta. (DBS/end)

Komentar