10 Fakta Menarik Aksi Damai PMII Depan Gedung DPRD Jepara

0
100

Jepara, 5NEWS.CO.ID, – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Jepara menggelar aksi damai menolak RKUHP dan Pelemahan KPK di depan gedung DPRD Kabupaten Jepara, Jumat kemarin, (27/9/2019)

Seratusan mahasiswa daru UNISNU Jepara itu menolak revisi rancangan undang-undang yang dinilai merugikan masyarakat. Dalam aksi itu juga dihadiri Kapolres Jepara, Dandim 0719 Jepara, DPRD Jepara dan beberapa elemen masyarakat.

Namun ada beberapa fakta unik dari catatan aksi damai kemarin yang dihimpun 5news.co.id di lapangan:

1. Aksi Damai itu dikawal langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman. Kapolres mengawal jalannya kanvoi roda dua para pendemo dengan menaiki motor trail patroli, dari kampus UNISNU sampai depan gedung DPRD di Jl. Pemuda. Sepanjang jalan itu Kapolres meluruskan barisan dan membuka jalan agar tidak mengganggung lalu lintas.

2. Sebelum demo, keluarga besar Polres Jepara dan perwakilan paserta aksi melakukan sholat gaib di Polres Jepara untuk korban Randi (21), mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, mahasiswa yang meninggal diduga terkena peluru tajam.

3. Dalam sambutannya saat aksi damai, Kapores menyampaikan pesan Kapolri bahwa Polisi akan menindak tegas perusuh demo dan akan mengungkap tuntas pelaku penembakan mahasiswa di Kendari.

4. KH. Nuruddin Amin ‘Gus Nung’ Mewakili DPRD Jepara dalam orasinya berterima kasih dan bangga kepada para kader PMII dan para mahasiswa yang ikut aksi damai, sebagai bukti kepekaan dalam membaca dinamika yang terjadi sehingga ikut menyuarakan aspirasi masyarakat, karena jika rencana undang-undang benar menjadi undang-undang berpotensi menyengsarakaan rakyat.

5. Ketua DPC PKB Jepara itu juga berharap kader-kader pergerakan bisa menjadi anggota dewan atau perwakilan rakyat di Jepara.

6. Ketua DPRD Jepara, Imam Zuhdi Ghozali bersedia menandatangani nota kesepahaman (MOU) akan menyampaikan tuntutan mahasiswa Kota Ukir dan disampaikan ke DPR RI.

7. PMII dan Kapolres sepakat berkomitmen menjaga aksi siang itu sebagai aksi damai, tidak ada unsur provokasi apalagi sampai anarkis.

8. Korlap aksi siap menyeret oknum perusuh dan penyusup yang berbuat onar dan anarkis saat acara.

9. Selesai orasi massa PMII membersihakn sampah di sekitar gedung DPRD dan jalan pemuda yang dipakai para pendemo. Massa membawa kardus bekas air kemasan sebagai tempat sampah.

10. Aksi treatrikal dari sanggar seni Eling PMII yang digawangi dua mahasiswa mengandung pesan kepada wakil rakyat untuk jangan seenaknya menindas rakyat, sebab rakyat bisa melawan. (mas)

Tinggalkan Balasan