Trump Menganggap Upaya Pemakzulan Dirinya Oleh DPR AS Adalah Lelucon

0

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menganggap upaya fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan untuk memakzulkannya merupakan sebuah lelucon.

“Ketika mereka melihat informasi tersebut, itu adalah sebuah lelucon. Pemakzulan karena alasan seperti itu?” kata Trump di New York pada Kamis (26/9/2019).

Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan AS mulai membuka penyelidikan demi memulai proses pemakzulan Presiden saat ini. Proses tersebut dibuka setelah Trump dituduh menyalah gunakan wewenang sebagai Presiden untuk menghalangi langkah eks wakil presiden AS, Joe Biden, bersaing di pemilihan presiden 2020.

Trump dituduh melakukan tekanan kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, untuk melakukan penyelidikan terhadap putra Biden, Hunter Biden, yang diduga terlibat tindak pidana korupsi yang juga merupakan anggota komisaris perusahaan energi di ukraina, Burisma.

Kasus dugaan tersebut diduga dibuat-buat lantaran Trump tidak memiliki bukti awal. Proses penyelidikan untuk pemakzulan ini berawal dari laporan seorang whistleblower yang bekerja sebagai agen intelijen AS. Dia melaporkan hasil sadapan telepon antara Trump dan Zelensky pada 25 Juli lalu.

Pada percakapan tersebut, Trump dilaporkan mendesak Zelensky untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi Hunter. Dalam penelusurannya, Trump dilaporkan sudah delapan kali menghubungi Zelensky untuk mendesak agar keinginannya tersebut dikabulkan sejak bulan Mei lalu.

Dikutip AFP, selain membantah tudingan itu, Tump melalui gedung putih juga merilis transkrip percakapannya dengan Zelensky.

Simpulan transkrip itu menunjukkan Trump mengatakan bahwa Jaksa Agung AS, Bill Barr, dan kuasa hukumnya, Rudy Guiliani, akan menghubungi Zielinski untuk membecirakan hal ini. (mra)  

Tinggalkan Balasan