Mahfud MD: Cari Aktor Intelektual Dibalik Demo Pelajar

0

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengatakan bahwa terlibatnya para pelajar dalam demonstrasi dan ikut melempari polisi dengan batu di Pejompongan, Jakarta, sebagai ajang pembuktian diri bukan karena memahami alasan ikut demo.

Mahfud juga menduga ada aktor intelektual dibalik keterlibatan para pelajar yang berujung rusuh itu.

“Pasti ada aktor intelektualis hebat, bagaimana sebuah demo dihadiri oleh begitu banyak SMA dari berbagai kota,” kata Mahfud, seperti diberitakan Kompas, Kamis (26/9/2019).

Demo pada Rabu kemarin yang melibatkan pelajar dari berbagai tingkatan menengah ke atas dan diwarnai kericuhan masih terkait aksi penolakan UU KPK dan RKUHP yang telah bergulir di sejumlah daerah sejak Senin.

“Harus dicari dengan hati-hati (aktor intelektualis). Karena demo adalah hak dan memang saat ini sedang ada momentum soal RUU yang kontroversial,” kata pakar hukum asal Madura itu.

Mahfud mengatakan, demo yang dilakukan pelajar hanya sebagai ajang pembuktian diri.

“Kalau anak-anak itu kan sekarang ikut demo seperti menjadi gaya hidup. Mereka tidak tahu apa tujuan sebenarnya dari demo yang mereka lakukan,” kata Mahfud.

Dari media yang dibaca, katanya, para pelajar itu mereka tidak tahu RUU itu apa. “Artinya kan ini dijadikan sebagai gaya hidup baru, Kalau ikut demo itu merasa keren,” lanjut dia.

Mahfud menyarankan sebaiknya pemerintah bersama Kepolisian RI melakukan tindakan persuasif terhadap para demonstran. Cara ini akan lebih efektif dibandingkan tindakan represif dan kekerasan.

“Yang harus dilakukan ya dengan persuasif, terlebih lagi kalau ada pelajar yang berbuat kerusuhan, agak susah bila ditindak secara hitam-putih,” kata Mahfud.

Seperti diberitakan, sejak Senin massa aksi menuntut Presiden Joko Widodo mencabut UU KPK versi revisi dan menunda pengesahan sejumlah RUU lainnya, salah satunya Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Hingga Rabu dini hari, setidaknya 232 orang menjadi korban dari aksi demonstrasi yang berlangsung di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bandung, Sumatera Selatan hingga Sulawesi Selatan tersebut.

Selain mahasiswa, sejumlah wartawan, masyarakat sipil, dan aparat keamanan juga turut menjadi korban. (mas)

Komentar