Haul Asyura Diganggu (lagi), Ormas Islam Madzhab Syiah Kecam Massa Pendemo

0

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Ormas muslim bermadzhab syiah Ahlul Bait Indonesia (ABI) mengecam massa pengganggu kegiatan Haul Sayidina Husain (ra) atau Asyura di Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. ABI menyebut aksi itu sebagai pemaksaan kehendak sekelompok massa intoleran dan tak bertanggung jawab.

“Sekali lagi bangsa Indonesia menyaksikan aksi pemaksaan kehendak massa yang tidak bertanggungjawab dan intoleran untuk membubarkan acara peringatan Asyura di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau,” kata Ketua Dewan Pengurus Pusat ABI, Habib Hassan Alaydrus dalam pernyatan sikap ABI, Minggu (22/9/2019).

“Aksi pemaksaan kehendak seperti ini sebenarnya kerap dialami oleh pengikut Syiah di Indonesia. Di hampir seluruh wilayah Indonesia,” lanjutnya.

Baca Juga:

Menurut ABI, muslim bermadzhab syiah masih banyak mengalami gangguan dalam berbagai acara dan kegiatan yang mereka gelar, meskipun dilaksanakan dengan seizin aparat keamanan setempat. Oleh karena itu, ABI mengecam aksi-aksi intoleransi yang disebutnya bertentangan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam pernyataan sikapnya, Ormas Ahlulbait meminta aparat keamanan dan pemerintah agar menindak anasir intoleran yang kerap memaksakan kehendak mereka sering bertindak di luar batas. ABI juga mendesak seluruh Ormas Islam, lembaga pendidikan Islam dan pusat dakwah Islam untuk mengajarkan Islam yang penuh rahmat, toleransi dan tenggang rasa, dengan berpijak pada akhlaqul karimah yang diteladankan oleh Rasul, Ahlulbait Nabi, para Sahabat, Tabiin dan ulama Salaf.

Berikut teks lengkap pernyataan sikap ormas Islam Ahlul Bait Indonesia :

Pernyataan Sikap Atas Aksi Intoleransi Di Karimun

Sekali lagi bangsa Indonesia menyaksikan aksi pemaksaan kehendak massa yang tidak bertanggungjawab dan intoleran untuk membubarkan acara peringatan Asyura di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Aksi pemaksaan kehendak seperti ini sebenarnya kerap dialami oleh pengikut Syiah di Indonesia. Di hampir seluruh wilayah Indonesia, dan sepanjang tahun, dalam berbagai acara yang mereka gelar, komunitas pengikut mazhab Ahlulbait selalu menghadapi aksi-aksi intoleransi seperti ini, padahal mereka selalu melakukan acara-acara itu dengan seizin aparat keamanan setempat.

Menanggapi aksi pemaksaaan kehendak dan sikap intoleran yang demikian nyata ini, Ormas Islam Ahlulbait Indonesia yang mewadahi komunitas pengikut mazhab Ahlulbait di Indonesia hendak menyampaikan beberapa sikap berikut.

Pertama, kami mengecam aksi pemaksaan kehendak sekelompok massa yang demikian, khususnya di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila dan berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika. Kami percaya bahwa aksi-aksi seperti itu akan berujung pada anarki, pelanggaran hukum yang lebih berat dan bahkan bertentangan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kedua, kami meminta aparat keamanan dan pemerintah agar menindak anasir intoleran yang terus bergerak memaksakan kehendak mereka sendiri di wilayah NKRI ini. Mereka seringkali telah bertindak di luar batas. Kami menilai pembiaran aksi-aksi intoleran itu akan mengancam integritas bangsa dan negara.

Ketiga, mendesak seluruh Ormas Islam, lembaga pendidikan Islam dan pusat dakwah Islam untuk mengajarkan Islam yang penuh rahmat, toleransi dan tenggang rasa, dengan berpijak pada akhlaqul karimah yang diteladankan oleh Rasul, Ahlulbait Nabi, para Sahabat, Tabiin dan ulama Salaf.

Keempat, kami memohon pada aparat keamanan dan pemerintah untuk lebih serius menangani aksi-aksi kekerasan dan intoleransi yang mengatasnamakan Islam, karena kami percaya pembiaran aksi seperti ini akan merusak Islam, memicu konflik horizontal yang lebih massif dan menghilangkan peluang bangsa Indonesia menapaki tahap-tahap kemajuan yang lebih besar.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Semoga Allah berkenanya menolong Bangsa Indonesia meraih cita-cita kemerdekaan dan hidup sejahtera dan jaya lahir dan batin.

Jakarta, 22 September 2019    22 Muharam 1441 H

Dewan Pengurus Pusat

Ahlulbait Indonesia

Habib Hassan Alaydrus

Seperti diberitakan, sekelompok massa mendatangi lokasi acara Haul Sayidina Husain (Asyura) yang digelar pada Minggu (22/9) lalu dan berupaya membubarkan kegiatan tersebut. Meski pihak aparat melakukan blokade di depan pintu masuk dan mengawal ketat aksi itu, massa tetap tak beranjak dan menuntut agar acara dihentikan.

Massa baru membubarkan diri setelah Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya turun ke lokasi dan mempertemukan perwakilan massa dengan panitia penyelenggara. Akhirnya disepakati kegiatan dihentikan dan tenda-tenda di lokasi acara dekat perumahan Dang Merdu itu dibongkar.(hsn)

Tinggalkan Balasan