Viral KKN Horor

0
40

Pati, 5NEWS.CO.ID, -Dalam Akun Twitter kepemilikan Simpleman menceritakan KKN Mistis Di Desa Penari. Cerita ini nyata, ia dapat dari teman ibunya  sewaktu masih kuliah. Ini terjadi sekitar tahun 2009. Dan viral Juni 2019.

Cerita ini berdasarkan dari dua nara sumber,dimana  nama-nama dari nara sumber disamarkan yaitu Widya dan Nur. Berikut kisahnya untuk menyelesaikan satu mata kuliah, 6 mahasiswa tengah melangsungkan KKN selama 6 minggu. 6 mahasiswa itu adalah Ayu, Nur, Widya, Bima, Wahyu dan Anton. Lokasi KKN  di suatu desa terpencil nun jauh dari keramaian. Tepatnya di kota B Jawa Timur.

Dalam perjalanan menuju lokasi, mereka melewati hutan angker. Dimana salah satu dari mereka sebut saja Widya mendengar suara gamelan di dalam hutan yang mereka lewati.  Berbagai macam kejanggalan hal yang berbau mistis Widya rasakan sebelum sampai ke lokasi Desa Penari.

Sesampainya dilokasi mereka dikenalkan pada Tetua Desa. Prabu namanya. Mereka dipersilahkan untuk  beristirahat. Dimana tempat istirahat mereka terpisah antara putra dan putri. Banyak hal keramat dan seabrek mistis yang dijumpai didesa tersebut.

Seperti  tidak ada kamar mandi ditiap rumahnya, sehingga penduduk sekitar harus mandi di Sinden atau tempat pemandian. Untuk keluar dari rumah pun mereka dibatasi. Lebih dari jam 4 sore mereka dilarang melewati hutan. Jika mereka melanggarnya, mustahil mereka akan bertemu dengan orang-orang lain, sebab penduduk desa tidak berani melewatinya karena takut bunyi suara gamelan.

Pagi harinya mereka diperkenalkan pada tempat yang dianggap keramat oleh penduduk desa. Mulai dari Siden (tempat pemandian) hingga makam. Mereka di pesan untuk jangan melanggar aturan-aturan yang berlaku.Meskipun sudah diperingatkan, masih saja ada 2 mahasiswa yang melanggar aturan. Bima dan Ayu. Mereka merajut asmara ditempat keramat tepatnya di Sinden. Dan mereka kena kutukan.

Untuk menghilangkan kutukan tersebut Ayu harus menari keliling desa dan Bima harus mengikuti Ayu menari.  Jelang waktu 3 bulan Bima Dan Ayu akhirnya meninggal dunia. Dan kabar terakhir kampus dimana tempat 6 mahasiswa kuliah menghentikan kegiatan KKN nya selama 2 tahun berturut-turut. Dari cerita diatas bisa kita petik tetaplah menghargai tata krama dan adat istiadat. (tribun/end)                                                                                                                             

Tinggalkan Balasan