Mahfud MD: Waspadai Kelompok Wahabi Radikal dari Saudi Masuk Ke Pesantren

0

Jakarat, 5NEWS.CO.ID, – Suburnya paham radikal di tengah masyarakat disebabkan oleh orang-orang yang baru belajar agama tapi setengah-setengah, kata ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD.

Baca Juga:

“Kelompom radikal ini mengumbar kemarahan, menyalahkan dan mengkafirkan orang yang sudah lama belajar agama dan selama ini toleran,” katanya saat acaraFocuss Grup Discussion (FGD) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (16/8).

Menurut mantan Ketua Mahkamah konstitusi itu, saat ini Saudi Arabia menangkapi ulama-ulama Wahabi radikal namun celakanya yang tidak tertangkap lari ke Indonesia dengan membawa dana besar untuk penyebaran ajaran Wahabi radikal.

Pakar hukum tatanegara itu juga mengingatkan bahayanya kelompok intoleran dan radikal ini. Pasalnya ulama radikal dari Arab Saudi itu juga mendatangi pesantren-pesantren di berbagai pelosok.

“Para ulama radikal tersebut, telah dan hendak mendirikan pesantren di beberapa kota di Indonesia. Tujuannya sebagai sarana penyebaran paham radikal,” kata Mahfud.

Indikasi radikal, lanjutnya, ditunjukkan dengan pelarangan hormat bendera, melarang upacara, serta menghancurkan simbol-simbol negara.

Untuk menangkal bahaya radikal itu, Gerakan Suluh Kebangsaan yang dipimpinnya akan mengumpulkan sekitar 15 tokoh bangsa untuk untuk berdiskusi dan mengambil sikap.

Seperti Prof Komarudin Hidayat, KH Yahya Staquf, Prof Alwi Shihab, Hilmar Farid, KH Sholahuddin Wahid, Haedar Nashir, Sudhamek AWS, Romo Benny Susetyo, dan lainnya

15 orang itu adalah pakar di bidangnya masing-masing, guna merancang skenario planning dalam melawan radikalisme.

Mahfud menambah bahwa radikalis adalah gerakan yang ingin mengganti sistem dan ideologi yang sudah mapan dengan cara-cara yang tidak demokratis dan kekerasan.

Sistem di Indonesia adalah sistem yang sudah mapan meski perlu perbaikan. Indonesia adalah negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan itu sudah final, pungkasnya. (mas)

Tinggalkan Balasan