Kirab Budaya HUT Pati ke 696, Napak Tilas Pindahnya Pusat Pemerintahan dari Kemiri ke Kaborongan

0
17

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Kirab Hari Jadi Kota Pati ke  696 Rabu 7 Agustus 2019 kemarin, berlangsung cukup meriah. Masyarakat tumpah ruah  berjejal memadati rute kirab. Meskipun terik matahari cukup menyengat, puluhan ribu warga Pati seolah tak peduli dan berdesakan di sepanjang rute kirab agar bisa menyaksikan secara langsung.

Baca Juga:

“Kirab budaya dari Kemiri menuju Kaborongan sebagai gambaran boyongan pusat pemerintahan Kabupaten Pati 696 tahun silam,” kata bupati H Haryanto dalam sambutannya di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (7/8/2019) siang.

Prosesi Kirab tahun ini diawali dengan Kirab Boyongan yang dimulai dari Pendopo Genuk Kemiri hingga ke Pendopo Kabupaten Pati. Menurut cerita dua pusaka Kabupaten Pati yakni Kuluk Kyai Kanigoro dan Keris Kyai Rambut Pinutung merupakan penanda awal terbentuknya Kabupaten Pati.

Sejarah terbentuknya Kabupaten Pati dimulai terjadinya penggabungan tiga Kadipaten yaitu Kadipaten Carangsoko,Kadipaten Parang Garudo,dan Kadipaten Mojosemi. Dua Pusaka andalan Kabupaten Pati awalnya milik Raden Sukmana, yang merupakan penguasa dari Kadipaten Mojosemi. Kedua pusaka tersebut kini digunakan sebagai lambang Kabupaten Pati.

Kirab Boyongan  yang terjadi tahun 1323 diyakini sebagai tahun berpindahnya  Kadipaten Pesantenan dari Kemiri ke Desa Kaborongan dan kemudian menjadi Kabupaten Pati. Rombongan kirab dipimpin dengan Cucuk Lampah yang naik kuda didampingi oleh dua Manggolo Yudho yang berkuda. Adapun sebagai dua Manggolo Yudo itu adalah Camat Puncakwangi dan Camat Gabus.

Selain acara Kirab Boyongan, peringatan hari jadi Kota Pati juga dimeriahkan oleh penampilan tarian kolosal dan peragaan busana modern. Tarian kolosal gabungan dari beberapa daerah yang dipamerkan oleh siswa-siswa sekolah yang ada di Kabupaten Pati.

Siswa siswi SMK 3 Pati, SMK An Najah Kayen, SMA PGRI 2 Kayen menampilkan tarian kolosal disebelah barat Alun-alun Simpang Lima Pati. Pentas tersebut melibatkan 60 penari dan 40 pemusik marching band yang dikemas dalam tarian kolosal dengan nama Wasis Joyokusumo.

Dalam sambutannya, Bupati Haryanto menyampaikan persembahan tarian tradisional dan peragaan busana batik modern merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan kearifan dan budaya lokal Kabupaten Pati.

“Lewat hari jadi yang setiap tahunnya kita selenggarakan,” kata Bupati.

“Diharapkan bisa tetap dilestarikan, dinikmati dan bisa dikenang oleh generasi-generasi penerus. Dan bisa menjadi ajang edukasi tentang Sejarah Pati.” pungkasnya.(DBS/end)

Tinggalkan Balasan