Rampas dan Kuasai, Gaya Khas Diplomasi ‘Bajak Laut’ Inggris

0

Teheran, 5NEWS.CO,ID,- Pemimpin tertinggi Republik Islam Iran mengutuk pembajakan Inggris atas kapal tanker super Rusia, yang mengangkut minyak mentah Iran, di lepas pantai Spanyol Gibraltar. Ayatollah Ali Khamenei menegaskan “Setan Inggris”, telah membajak dan mencuri kapal milik Iran lalu berdiplomasi agar dunia membenarkan aksi ‘bajak laut’ tersebut.

Baca Juga:

“Setan Inggris melakukan pembajakan dan mencuri kapal kami … lalu mereka berusaha agar dunia membenarkannya (aksi bajak laut Inggris). Iran, dan mereka yang percaya kami, tidak akan membiarkan perbuatan jahat seperti tak terbalas, ” kata Ayatollah Khamenei dalam sebuah pertemuannya dengan para imam masjid se-Iran, Selasa (16/7/2019) di Teheran.

Pernyataan Ayatollah Khamenei merupakan fakta sejarah. Aksi bajak laut adalah bagian dari strategi guna memperoleh pengaruh dan dasar diplomasi saat Inggris ‘berurusan’ dengan negara-negara lain

Awal tahun 2019 ini, seluruh emas Venezuela senilai $ 1,2 miliar dibekukan secara efektif oleh Bank of England milik Inggris. Pembekuan aset  dilakukan Inggris pada bulan Januari 2019 bertepatan dengan awal kudeta yang didukung AS dan Inggris di Venezuela.

Emas Venezuela membeku dan tak dapat ‘dicairkan’. Persis seperti perampasan kapal tanker minyak di lepas pantai Gibraltar. Aksi preman Inggris di Venezuela banyak dipengaruhi oleh Washington.

Bloomberg melaporkan pada 25 Januari 2019 bahwa keputusan Bank of England milik  Inggris dipengaruhi oleh intervensi pejabat tinggi AS, termasuk Sekretaris Negara, Mike Pompeo, dan penasihat Keamanan Nasional, John Bolton.

Pada bulan Maret 2011 lalu, Inggris juga membekukan aset senilai £ 2 miliar milik Otoritas Investasi Libya dan sekutunya. Dunia seolah membenarkan aksi perampasan ini dengan alasan menegakkan sanksi terhadap rezim Libya yang digulingkan, Muammar Gaddafi.

Aset Libya itu hingga kini tetap ‘beku’. Baru-baru ini terungkap bahwa pihak berwenang Inggris memungut pajak atas dana yang di’bekukan’nya itu.

Mesir sempat mengecam keras Inggris pada bulan April 2012, lantaran dianggap enggan memulihkan  aset-aset Mesir yang dicuri. Pemerintah Mesir curiga dana milik Mesir itu telah disalahgunakan oleh para pejabat di era Mubarak dan diinvestasikan oleh pejabat korup Mesir itu di Inggris. Itupun jika dana itu tidak dicuri Inggris dengan alasan ‘dibekukan’.

Sebelum aksi bajak lautnya terhadap kapal tanker milik Iran, petualangan Inggris di panggung dunia, belum pernah terungkap. Namun, satu per satu aksi perampasan aset negara-negara yang pernah berurusan dengan negara kolonial itu akan terkuak dan diketahui secara luas oleh masyarakat dunia.

Mungkin ini yang dimaksud oleh Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bahwa London akan membayar harga atas aksi bajak lautnya.(PRESSTV/hsn)

Tinggalkan Balasan