Melalui Rabithah, Habib Lutfi bin Yahya Bagikan 5 Ton Beras

0
Beras Habib Lutfi Rabithah Pekalongan


Pekalongan, 5NEWS.CO.ID,- Habib Lutfi bin Yahya membagikan lima ton beras kepada warga Pekalongan dan sekitarnya. Beras sebanyak itu di bagikan dalam kemasan lima kilogram berlogo Rabithah Alawiyah Pekalongan, Jawa Tengah.

Wakil Ketua Umum Rabithah Alawiyah Pekalongan, Habib Sholeh bin Thalib Alattas (40) menegaskan beras tersebut adalah beras pemberian biasa dan bukan merupakan zakat. Habib juga mengatakan bahwa pembagian beras itu sudah dilakukan sejak tahun 1996 silam.

“Itu bukan beras zakat. Beras tersebut adalah sumbangan Abah (Habib Lutfi-red) untuk Rabithah dan di bagikan oleh Rabithah Alawiyah ke warga Alawiyin dan warga lain yang membutuhkan. Iya,” kata Habib Sholeh saat dihubungi 5NEWS.CO.ID, Jumat (31/5/2019) dinihari.

Menantu Habib Lutfi itu menjelaskan, 5.000 pak beras berlogo Rabithah Alawiyah Pekalongan tersebut dibagikan kepada warga, dengan prioritas para alawiyin (keturunan Nabi Muhammad SAW-red). Dengan begitu, dia berharap para alawiyin tak lagi menerima beras zakat.

Beras tersebut juga dibagikan kepada jamaah Masjid Raudhah, Masjid Wakaf dan Masjid Nur. Warga dari wilayah sekitar Pekalongan seperti Kabupaten Batang dan Wiradesa juga menikmati pembagian beras tersebut. Tak hanya itu, beras juga dibagikan ke pondok-pondok dan panti asuhan Rabithah Pekalongan.

“Diantara yang bisa kami lakukan untuk memuliakan alawiyin adalah cara ini,” ujar Habib.

“Ada sekitar 500 KK penerima dari kalangan Alawiyin. Sisanya kita bagikan kepada jamaah masjid dan warga sekitar kantor Sekretariat Rabithah,” lanjut dia.

Habib Sholeh juga mengungkapkan pembagian beras tersebut telah berlangsung selama 23 tahun, yakni sejak tahun 1996. Kala itu, lembaga yang membagikan bernama Fityatul Huda dan berkantor di Masjid Wakaf, jalan Surabaya, Pekalongan, Jawa Tengah.

“Waktu itu belum di Rabithah Pekalongan. Lembaganya Fityatul Huda, di Masjid Wakaf jalan Surabaya,” ungkapnya.

Habib Sholeh berharap, langkah yang sama juga dilakukan oleh kaum berada, terutama kalangan alawiyin. Menurutnya, hal itu akan sangat membantu kaum dhuafa dan memuliakan alawiyin.(jin)

Tinggalkan Balasan