Dina Sulaeman: Solusi Awal Masalah Palestina adalah Solidaritas

0
7

Bandung, 5NEWS.CO.ID,- Pakar Geopolitik dan pengamat Timur Tengah Dina Y Sulaeman mengatakan diperlukan empati dan solidaritas sebagai langkah awal penyelesaian masalah Palestina. Dia menyebut perlunya kesadaran bersama untuk membangun solidaritas terhadap bangsa terjajah itu.

Simak juga:
Membantu Palestina Meraih Kemerdekaan adalah Hutang Indonesia

“Tahap awal penyelesaian konflik Palestina-Israel adalah solidaritas. Banyak yang belum memahami bahwa Palestina adalah korban dalam konflik ini,” ujar Dina, saat berbicara dalam Talkshow bertajuk ‘Returning to Haifa, Sabtu (25/5/2019) sore, di Hotel Aston, Cihampelas Bandung, Jawa Barat.

Dina menjelaskan bahwa kehidupan penduduk Palestina di negaranya sendiri sangat sulit. Israel membatasi banyak akses yang menjadi kebutuhan negara itu.

“jangankan akses senjata, untuk makan aja susah,” kata Dina.

Bantuan Amerika kepada Israel sangat kontras dibanding dengan bantuannya kepada Palestina. Ratusan miliar dolar digelontorkan Amerika secara cuma-cuma kepada Israel setiap tahun, sementara bantuan untuk Palestina diberikan dalam jumlah yang jauh lebih kecil (sekitar 0,4{87a6ba9263d977182cf0a134e761ac1c7030e18f2a2187e1929c78f85c4b9bec} dari bantuan Amerika kepada Israel-red).

Simak juga:
YES: Peduli Palestina Tak Melulu Kumpulkan Sumbangan

Sebelumnya, pada akhir tahun lalu, Amerika memangkas 50{87a6ba9263d977182cf0a134e761ac1c7030e18f2a2187e1929c78f85c4b9bec} sumbangannya untuk Palestina. Sumbangan melaui UNRWA tersebut mengalami pengurangan sebesar US$ 200 juta dari total nilai US$ 368 juta yang sedianya akan diberikan. Di saat yang sama, Amerika menggelontorkan bantuan senilai US$ 38 miliar atau Rp. 572 triliun kepada Israel.

Slogan ‘kepentingan nasional Israel adalah kepentingan nasional Amerika’ selalu diulang-ulang oleh kandidat presiden di negara itu pada setiap pemilu. Dina mengungkapkan, hal itu karena mereka menggunakan uang pebisnis Yahudi yang merupakan orang-orang kaya di sana.

“Demokrasi di Amerika membutuhkan biaya yang sangat besar,” lanjutnya.

Menurut Dina, ada tiga kelompok yang mempengaruhi kondisi dan kebijakan politik Amerika, yaitu kelompok ultranasionalis, neo-konservatif dan Kristen Evangelis. Yang terakhir meyakini bahwa Israel harus berdiri agar Yesus Kristus segera turun kembali ke bumi.(hsn)

Tinggalkan Balasan