YES: Peduli Palestina Tak Melulu Kumpulkan Sumbangan

0
YES Talkshow Palestina

Jakarta, 5News.co.id,- Sekumpulan pemuda bernama Youth Empathy and Solidarity (YES) Indonesia menyatakan tidak melulu kegiatan bertema Palestina isinya mengumpulkan dana sumbangan. Pihaknya bahkan menyediakan doorprize yang akan dibagikan dalam acara talkshow.

Rencananya, acara diskusi bertajuk ‘Returning to Haifa, Pemuda Bisa Apa untuk Palestina’ itu akan digelar pada 25 Mei 2019, di Aston Tropicana Hotel, Cihampelas Bandung, pekan depan.

Ketua YES, Hilmi Dhiya’ul Haq mengatakan acara tersebut ditujukan untuk menarik minat kaum muda terhadap isu Palestina. Hilmi beranggapan, anak muda juga dapat berbuat sesuatu untuk Palestina.

“Kenapa anak muda? Karena pemuda cenderung apatis terhadap isu ini. Padahal anak muda juga bisa berkarya. Kita bisa berbuat sesuatu untuk Palestina,” katanya saat dihubungi 5News.co.id, Sabtu (18/5/2019) petang.

Hilmi menjelaskan bahwa segmen yang ditargetkan kali ini adalah anak muda. Dia mengaku ingin membuktikan tidak setiap kegiatan yang mengangkat isu Palestina berisikan donasi pengumpulan dana.

“Itu stigma yang terbangun. Kita mau rubah itu. Tidak melulu kegiatan bertema Palestina isinya mengumpulkan dana sumbangan,” kata dia.

“Nggak harus seperti itu. Kita justru sebaliknya, kita pengen ngasih bukan minta. Makanya kita sediakan doorprize,” lanjutnya.

Rencananya, ada tiga pembicara yang akan tampil di sesi pertama. Pembicara pertama, Husin Alkaff, merupakan dosen dari Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra yang akan memberikan wawasan keagamaan terkait isu Palestina. Pembicara kedua adalah Dina Y Sulaeman, pakar geopolitik yang juga menjabat sebagai Direktur Indonesia Center for Middle Studies.

Sedangkan pembicara ketiga, Felix Irianto, pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bandung, yang akan memberi wawasan isu Palestina dari sudut pandang agama Katolik. Untuk sesi kedua, rencananya akan di isi oleh empat orang dari kalangan anak muda, salah satunya adalah Ketua BEM ITB periode 2015-2016.

“Sudah ada 100 peserta yang mendaftar, padahal baru beberapa hari kita publikasikan,” ungkap Hilmi.

Melalui kegiatan ini, kata Hilmi, diharapkan kaum muda dapat memberikan karyanya sebagai bentuk kepedulian kepada bangsa Palestina.

“Ini bukan sekedar isu Palestina dengan Israel. Tapi lebih kepada kepedulian kita, pemuda Indonesia dalam menyikapi penderitaan bangsa Palestina,” pungkasnya.(hsn)

Komentar