Kain Lurik Klaten, Sejarah dan Potensi Bisnis

0
Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) saat memproduksi kain lurik dari Klaten. (Foto dok 5NEWS.CO.ID)

Penulis: Budiman

Kabupaten Klaten merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan industri kain tenun. Lokasinya cukup strategis yaitu antara kota Solo dan kota Yogyakarta. Salah satu yang paling banyak adalah industri berupa ATBM lurik (tenun bukan mesin).

Banyak sekali desa yang memproduksi kain lurik Di Kabupaten Klaten, sehingga bisa dikatakan Klaten merupakan sentra kain tenun lurik. Industri tersebut merupakan komoditas unggulan.

Dilihat dari sejarahnya, penamaan “Kain Lurik” menurut bahasa jawa berasal dari kata Lorek yang berarti garis-garis dan lajur. Kain Lurik ini termasuk tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), adalah suatu proses menghasilkan produk kain dengan menggunakan peralatan sederhana yaitu kayu yang dirangkai dengan teknologi secara manual pula.

Kain Lurik Klaten 2
Seorang pengrajin sedang memintal benang bahan Kain Lurik Klaten. Foto dok 5NEWS.CO.ID

Seluruh proses produksi dari mulai memintal benang, mewarnai, membuat motif sampai dengan menenun nya dilakukan oleh tenaga manusia. Maka dari itu, tidak heran jika ini adalah sebuah kearifan lokal yang harus dilestarikan. Saat ini para pengrajin lurik di Dusun Cabeyan, Desa Mlese, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah juga sudah mengembangkan produksi kain lurik yang ramah lingkungan yaitu menggunakan pewarna alami dengan memanfaatkan potensi lokal. Selain produksi kain tenun, masyarakat juga melakukan inovasi produk berupa pembuatan tas serta sandal.

Masyarakat di desa ini tidak semuanya memproduksi tenun, sebagian dari mereka ada juga yang memproduksi benang untuk bahan dasar pembuatan kain tenun. Sehingga pengrajin mendapatkan bahan baku dari desa mereka sendiri dan menciptakan interaksi jual beli saling timbal balik antar warganya.

Untuk benangnya sendiri dibandrol dengan harga Rp. 7.000-10.000 per gulungannya, sedangkan untuk harga jual kain tenunnya berkisar antara Rp. 25.000-30.000 per 2 1/2 M. Dalam kurun waktu satu bulan mereka bisa menghasilkan 400 M kain tenun.

Kain tenun khas Klaten ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik dalam negeri, melainkan juga diimpor ke manca negara seperti Malaysia, Korea, Belanda, hingga ke Eropa.

Komentar