Guru dan Tantangan Pembelajaran Daring

0
Abdussalam S.Pd, guru SD Negeri Baturejo 01, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.
Abdussalam S.Pd, guru SD Negeri Baturejo 01, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.

Penulis: Abdussalam S.Pd.

Mengajar lewat layar bukan pekerjaan yang mudah. Terhubung dengan siswa melalui kamera menjadi tantangan bagi guru karena banyaknya permasalahan dan kesulitan. Salah satunya adalah kemalasan siswa yang ogah-ogahan lantaran bosan hingga kehilangan motivasi.

Lingkungan siswa berpotensi menjadi sebab yang bisa membuat siswa tiba-tiba merasa bosan, kehilangan motivasi atau bahkan malas mengikuti kelas. Sementara para pendidik dituntut untuk tetap menjaga motivasi anak didik dalam mengikuti proses pembelajaran, meskipun lewat layar.

Mengajar secara daring seolah ‘memaksa’ guru menggali potensi terpendam agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Hal itu karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring menuntut keahlian yang berbeda dengan tatap muka. 

Sebuah situs pendidikan, teachaway, merilis beberapa langkah yang bisa dilakukan guru untuk mengatasi beberapa masalah tersebut. Di situs tersebut, pakar pendidikan Joanna York menyajikan delapan langkah agar kelas daring berlangsung menarik dan menyenangkan::

  • Penampilan Menarik

Siswa harus melihat gurunya berpenampilan tak hanya rapi, tapi juga harus menarik. Latar belakang layar pada saat kelas berlangsung juga harus diperhatikan. Jika diperlukan, merubah nada suara saat mengajar perlu dilakukan.

  • Menggunakan Teknologi

Menggunakan teknologi terbaru, baik berupa hardware ataupun software, menjadi variasi dalam proses pembelajaran jarak jauh. Biasanya, siswa cenderung tertarik dengan sesuatu yang ‘baru’. Guru bisa menjelaskan kegunaan dan cara menggunakan teknologi tersebut kepada siswa, hal ini bisa membuat siswa merasa percaya diri.

  • Menginspirasi Siswa

Kunci antusiasme siswa sebenarnya ada pada sesuatu yang menginspirasi mereka. Tantangannya adalah mencari tahu apa yang bisa membuat siswa terinspirasi. Tidak perlu takut untuk mencoba hal baru atau sesuatu yang berbeda sampai guru menemukan sesuatu yang cocok bagi siswanya.

  • Membantu Siswa Mencapai Tujuan

Untuk menjaga semangat siswa mengikuti kelas daring, guru juga harus membantu siswa agar konsisten dalam proses pembelajaran. Cara termudah adalah dengan menetapkan tujuan jangka pendek dan terus mengingatkan siswa serta menyampaikan kemajuan-kemajuan yang mereka capai. Bagaimana cara guru mengapresiasi siswa adalah kunci utama dalam menjaga motivasi mereka.

  • Interaktif

Saat belajar tatap muka, guru biasanya memberi siswa waktu untuk bekerja sendiri atau sekedar membaca teks. Sayangnya, kegiatan semacam tidak efektif saat diterapkan di kelas daring. Jeda terlalu lama saat belajar secara virtual sama saja memberi jalan bagi siswa mengalihkan perhatiannya ke tempat lain. Guru seharusnya membuat rencana mengajar harian yang bisa membuat siswa aktif mengklik, mengetik atau bahkan berbicara sepanjang kelas virtual berlangsung.

  • Breakdown Materi Pelajaran

Memecah materi pelajaran menjadi bagian-bagian yang lebih kecil akan membantu siswa lebih mudah mencerna pelajaran. Singkatnya, guru harus menghindari penjelasan yang terlalu panjang dan slide dengan teks yang terlalu banyak.

  • Menghargai Siswa

Keterasingan yang dirasakan oleh siswa selama PJJ menjadi faktor utama yang membuat mereka merasa kehilangan motivasi. Seringnya, siswa berpikir bahwa tidak ada yang peduli jika mereka melewatkan kelas, atau tergoda untuk tidak masuk ke kelas. Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat siswa merasa dihargai di kelas. Guru dapat mencoba mengenali nama siswa dan menggunakannya selama pelajaran. Umpan balik secara konsisten dapat menjaga konsentrasi siswa tetap fokus pada materi pelajaran.

  • Bersabar

Membuat siswa aktif terlibat dan terstimulasi dalam proses pembelajaran bukanlah tugas yang mudah. Oleh sebab itu, guru harus berlatih untuk bersabar dalam proses PJJ. Dengan kelas virtual yang menarik ditambah sedikit kreativitas, perubahan akan segera terjadi.

Catatan:

Penulis adalah guru SD Negeri Baturejo 01, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.

Komentar