Mengurai Penemuan Terracotta Army Di China (11): Perangkap Mematikan

0




Detail peta museum dan kompleks area makam Kaisar Qin Shi Huang

5NEWS.CO.ID,- Makam megah Kaisar Qin Shi Huang bak “Istana bawah tanah”. Berbentuk piramida terbalik. Diatasnya didirikan bukit buatan setinggi 76 meter sebagai kamuflase dan penghilang jejak. Adapun Ksatria Terakota termasuk dalam kerangka obsesinya. Mereka diproyeksikan sebagai “Penjaga Kehidupan Abadi Sang Raja di dunia lain”.

Menurut catatan sejarawan Sima Qian (145 – 90 SM), makam kaisar telah dipasangi banyak jebakan semi mekanis. Hal itu memungkinkan tombak dan panah beracun, terlontar otomatis menyasar perampok yang hendak menjarah harta karun. Juga siapapun yang mencoba berani menyusup.

“Para perajin kala itu membangun jebakan anak panah. Jadi jika ada perampok makam datang, mereka segera dihabisi sebelum sempat menjarah,” terang Guo Zhikun, Peneliti Sejarah Dinasti Qin.

Disebutkan, makam utama juga menyimpan banyak kekayaan terpendam berupa emas, perak, batu mulia, porselain, keramik dan artefak langka lain. Bahkan, langit-langit kubah istana makam dihiasi permata dalam konstelasi rasi bintang surgawi. Tersedia pelita yang dinyalakan dengan lemak ikan, hingga dapat bersinar dalam waktu lama. Namun, terdapat bukit dan sungai buatan diisi cairan merkuri yang sangat beracun.

Peneliti Guo Zhikun menyimpulkan kitab dari Sima Qian, bahwa istana bawah tanah setidaknya mempunyai 3 gerbang: Luar, Tengah, Dalam. Ketiganya dirancang otomatis. Saling terhubung mengunci. Agar informasi tak sampai bocor dan terdeteksi akan keberadaan kompleks pusara mewahnya, misi super rahasia pun dijalankan para ‘loyalis’: Pembantaian massal!

Sesuai instruksi wasiat, setelah meninggal, peti mati Kaisar ditempatkan di istana paling bawah. Ketika Gerbang Luar dan Tengah diperintahkan ditutup, secara otomatis Gerbang Dalam ikut terkunci. Sementara para pekerja masih sibuk bekerja didalamnya, alhasil: seketika semuanya tak bisa keluar. Terjebak! Hingga, tak satu pun lolos dari maut. Terkubur bersama. Turut pula puluhan selir dan para pelayan yang lebih dulu dibunuh.

Adapun Kabar terbaru dari National Geographic (Nat Geo), bahwa mereka semua tidak hanya dibunuh, tapi juga dimutilasi! Sungguh biadab! Hal itu diketahui berdasarkan susunan tulang yang ditemukan saat penggalian, berjarak ratusan meter ke arah timur dari makam utama (piramida terbalik).

Sejauh ini, tim Arkeolog Tiongkok belum berani menggali makam utama Kaisar Qin Shi Huang. Adanya banyak jebakan (dalam kitab Shi Ji) yang diyakini masih aktif, memungkinkan mereka berpotensi menjadi “tumbal”. Menjadikan otoritas tak mau berspekulasi lakukan ekskavasi. (h@n)



Komentar