Mengurai Penemuan Terracotta Army Di China (10): Makam Utama

0




Ilustrasi Makam Mewah Ying Zheng, warna biru merupakan sungai merkuri yang sangat beracun

5NEWS.CO.ID,- Bukit buatan setinggi 76 meter didirikan sebagai kamuflase dan penghilang jejak. Tertutup sepenuhnya oleh rerumputan dan pepohonan. Tertimbun tanah, menjadikan area utama makam yang berada jauh dibawahnya tersegel secara alami lebih dari 2.200 tahun!

Pusara utama Ying Zheng terletak pada bagian terbawah (dasar) dari bangunan berbentuk piramida terbalik. Masuk, menembus jauh ke dalam tanah. Diyakini, terdapat lorong atau jalan berundak menurun hingga bisa mencapai inti makam.

Sejauh ini para arkeolog dan ahli belum bisa menemukan pintu masuk menuju “istana terakhir”. Perlu penelitian dan perhitungan yang sangat matang serta berkelanjutan dalam merancang ekskavasi. Mengingat banyaknya perangkap mematikan yang masih aktif serta adanya sungai merkuri beracun.

Terdapat satu bukti hebat yang mendukung legenda tersebut benar. Bahwa sampel tanah yang diteliti menunjukkan kontaminasi akut logam berat. Keseluruhan sungai dipenuhi konsentrasi air raksa (merkuri) yang tinggi dalam makam piramida terbalik.

“Seperti mendapatkan kado, mengetahui isinya yang diidam-idamkan sejak lama, namun tak bisa membukanya,” terang seorang Arkeolog kepada Media Spanyol, El Palasi, seperti dilansir News.com.au, Kamis (10/1/13).

Berdasarkan catatan sejarah (Shi Ji), makam megah itu menyimpan gelimang harta yang tak ternilai. Tumpah ruah. Digambarkan juga, perlengkapan keamanan yang luar biasa dan menakutkan telah dipasang guna melindungi ‘kekayaan kaisar’ dari para pembobol makam. Sistem drainase kuno juga dibangun demi menjaga area makam tetap kering.

Adapun pembangunan area kompleks makam utama, dimulai sejak Ying Zheng menjadi Kaisar Pertama di usia belia, 13 tahun. Konon diriwayatkan, mega proyek tersebut melibatkan sekitar 700.000 pekerja dan unsur dari seniman tembikar terracotta army. Diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 30 tahun menyelesaikannya. (h@n)





Komentar