Calon Venue Piala Dunia U-20 Rusak Parah, Surabaya Membara

0
suasana rusuh GBT akibat kemurkaan Bonek Mania.

Surabaya, 5NEWS.CO.ID, – Manajemen Persebaya Surabaya harus menanggung kerugian yang cukup besar setelah setelah Stadion Gelora Bung Tomo rusak berat akibat luapan emosi yang ditunjukkan oleh suporter fanatik mereka, Bonek Mania karena timnya tak kunjung memberikan performa terbaik mereka.

Peristiwa perusakan GBT bermula ketika skuad Bajul Ijo kembali dikalahkan oleh PSS Sleman dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu, di partai ke-25 liga 1 Indonesia 2019. Bonek, pendukung setia Persebaya yang datang ke stadion dan merasa kecewa dengan hasil yang diperoleh tim idolanya.

Di laga ini Persebaya yang tertinggal lebih dulu melalui gol Jeffry Kurniawan di menit ’16, lalu striker haus gol milik Persebaya, David Da Silva bisa menyamakan skor menjadi 1-1  di menit ’34 dan  tidak bertahan lama, Haris Tuharea dari PSS berhasil menggandakan keunggulan di menit ke ’43.

Dua menit berselang PSS kembali bisa menambah keunggulan melalui striker asingmereka yaitu Yevhen B. Dan PSS menutup jeda babak pertama dengan keunggulan 1-3. Memasuki babak kedua Persebaya berhasil memperkecil jarak menjadi 2-3 melalui Diogo Campos pada menit ’76 melalui titik putih.

Kekalahan ini membuat Bajul Ijo belum pernah meraih kemenangan dalam enam laga terakhir. Hal ini pula yang menyebabkan Bonek Mania, suporter fanatik skuad Green Force meluapkan kemurkaan dan kekecewaan mereka dengan cara masuk ke lapangan dan merusak beberapa fasislitas sebagai bentuk protes mereka.

Selain sanksi dari Komdis PSSI, manajemen Persebaya juga harus bertanggung jawab pada pihak pengelola Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Edi Santoso selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Kota Surabaya hanya bisa pasrah dengan kondisi yang terjadi.

“Kalau mau menyalahkan, juga mau menyalahkan siapa?, kejadian ini sulit ditebak,” ujarnya.

GBT adalah salah satu venue yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-20 2021 nanti meskipun FIFA sendiri belum memutuskan apakah GBT layak digunakan , meskipun begitu sudah selayaknya seluruh suporter yang ada di Indonesia menjaga dan merawat Stadion kebanggaan mereka masing-masing. (mra)

Tinggalkan Balasan