Terungkap, Ini Penyebab Nyeri Haid

0

5NEWS.CO.ID, -Nyeri haid atau dismenore adalah hal yang sering terjadi pada sebagian besar wanita. Sering kali kita merasakan nyeri haid pada hari pertama dan kedua. Tetapi ada rasa nyeri haid yang semakin berat setelah menstruasi. Hal itu menandakan adanya penyakit atau kondisi tertentu.

Pada beberapa wanita, rasa sakit di bagian perut bawah tidak begitu terasa hingga mereka tetap bisa beraktivitas. Dan ada juga yang tidak dapat menahan rasa sakit, sehingga tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

Nyeri akibat menstruasi disebabkan adanya kontraksi halus pada otot dinding rahim yang umumnya tidak terasa.

Pada saat menstruasi, kontraksi menjadi makin kencang sebagai peluruhan dinding rahim saat haid. Akibat penekanan kontraksi pembuluh darah disekeliling rahim mengakibatkan terputusnya suplai darah dan oksigen ke rahim. Sehingga menyebabkan jaringan  rahim melepaskan bahan kimia, terciptalah rasa nyeri.

Bahan kimia yang dilepaskan dinamakan prostaglandin. Prostaglandin adalah bahan kimia yang diproduksi oleh tubuh wanita menyebabkan banyak gejala yang berhubungan dengan ketidaknyamanan saat menstruasi.

Ada dua macam kategori nyeri haid atau dismenore. Pertama,  dismenore  primer  adalah rasa nyeri yang umum dialami wanita terutama disekitar awal menstruasi . Kedua, dismenore sekunder  disebabkan oleh kondisi atau gangguan pada sistem reproduksi wanita.

Adapun gangguan dismenore sekunder, antara lain :

  • Endometriosis, ketika sel-sel yang menyelubungi rahin mulai tumbuh diluar rahim. Sel ini yang menimbulkan rasa sakit yang berat ketika meluruh.  Contohnya ovarium atau tuba falopi.
  • Radang panggul, infeksi yang bisa menyebabkan peradangan atau inflamasi pada rahim. Contoh ovarium atau tuba falopi.
  • Adenomiosis, jaringan lapisan paling dalam rahim mulai tumbuh  kedalam dinding otot rahim, sehingga menimbulkan rasa nyeri saat haid.
  • Fibroid, tumor yang tidak bersifat kanker didalam rahim dan dapat membuat menstruasi  terasa menyakitkan.
  • Intrauterine device ( IUD), kontrasepsi yang ditempatkan didalam rahim yang terkadang menyebabkan nyeri haid, terutama diawal pemasangan.
  • Stenosis leher rahim, pembukaan pada leher rahim sehingga menghambat aliran darah untuk keluar saat haid. Menyebabkan tekanan yang menyakitkan didalam rahim.

Selain itu dismenore sekunder pada umunya disertai gejala seperti menstruasi yang tidak teratur, keputihan yang kental dan tidak berbau, pendarahan di antara masa menstruasi  dan juga saat melakukan hubungan seksual terasa nyeri.

Ada beberapa resiko yang dialami wanita saat nyeri haid tiba, yaitu volume haid lebih banyak, mengalami menstruasi pertama sebelum usia 11 hari, mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, belum pernah hamil, mengkonsumsi minuman beralkohol  atau merokok. Tindakan pecegahan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin E, asam lemak omega-3, vitamin B1, vitamin B6 dan magnesium. Karena bahan-bahan ini dapat mengurangi nyeri haid secara efektif. Berolah ragalah secara teratur dan kurangilah stres. (end).

Tinggalkan Balasan