Kopi Lelet Lasem Memang Beda

0
12

Penulis: Endah Sari

Anda tentu suka kopi kan?  Dari baunya hmmm harum dan segar, membuat kita semakin bersemangat. Apalagi  kalau menikmati kopi pada pagi dan sore hari, wow semakin nikmat. Dan kopinya Kopi Lelet Lasem.

Kopi lelet adalah kopi khas Lasem. Kopi Lelet ini identik dengan glelet. Yaitu membatik dengan media batang rokok dan sebagai tintanya menggunakan ampas kopi (lethekan kopi) yang dicampur dengan susu krimer)

Sekilas memang tidak ada perbedaan dengan jenis kopi yang lain. Perbedaannya terletak pada kekentalan adonan kopi, cita rasa yang kuat, lembutnya buliran kopi pada kopi lelet dan cara menikmatinya. Tapi  menikmati kopi Lasem ini identik dengan cara membatik ampas kopi di atas rokok. Jadi ada seninya tersendiri.

Memang sudah tradisi masyarakat sekitar  menikmati kopi dan rokok dengan cara membatiknya. Dan tradisi ini turun temurun. Jadi istilah lelet bukan berarti lemot atau lambat.

Cara penyajian kopi lelet ini berbeda dengan cara penyajian kopi  pada umumnya. Pertama kopi dan gula dimasukkan dalam panci lalu dituangkan air panas kedalamnya. Adonan ini masih kembali dimasak setelah benar-benar mendidih bariu kopi disajikan. Lembutnya buliran pada kopi lelet ini adalah buatan para pedagang sendiri yang mengalami pada beberapa kali proses.

Kebanyakan para pengemar kopi ini adalah perokok, karena setelah mereka menikmati kopi dan tinggal ampasnya, mereka menjadikan ampas kopi  yang nantinya menjadi bahan untuk dioleskan pada sebatang rokok yang akan dihisapnya.

Olesan kopi yang dioles pada sebatang rokok ini menghasilkan karya seni yang unik, sesuai dengan selera dan cara pengolesannya. Jika sudah agak kering ampas kopi yang menempel pada rokok, rokok siap dinikmati. Dengan harga yang tidak mahal, kita bisa menikmati secangkir kopi lasem.

Sebutan lain dari kopi lelet adalah kopi cete, dan orang madura sendiri menyebutnya kopi candhuh. Tidak tahu persis kapan dimulainya tradisi glelet. Mungkin dilihat dari tradisi sejak dulu masyarakat Lasem yang terbiasa membatik sampai sekarang.   

Tinggalkan Balasan